Tentang UGM
IT Center
Perpustakaan
Penelitian
Webmail
Bahasa Indonesia
English

Makelar KUA

Dikirim oleh AMIR GUNAWAN
26
Feb
2014
di KUA Pedurungan dan di wilayah Kec.Pedurungan, Semarang dikenal istilah "modin". Jika ada orang yang akan menikahkan anaknya atau urusan2 yang terkait keagamaan dan sekaligus terkait administrasi negara, orang lebih cenderung mencari Pak Modin. Sebutlah urusan nikah, nikah yang biaya pencatatan nikah sesuai UU hanya Rp 30.000,- tetapi jika sudah diproses oleh modin akan menjadi > Rp 500.000,-. Saat jam kerja di KUA Pedurungan sekitar jam 9 - 10 pagi, akan tampak 2 atau 3 orang yang tidak memakai seragam PNS tetapi tampak sangat familiar dengan situasi kerja di KUA. Bahkan mengikuti sang calon pengantin saat masuk ruangan untuk dicross check data dan diberi wejangan oleh petugas KUA berbaju resmi KUA. Nilai Rp 500.000,- (bahkan mungkin lebih) tentu nilai yang sangat absurd ditengah kondisi ekonomi rata-rata masyarakat menengah-bawah. Selain itu yang terutama adalah ternyata masih marak praktek jasa kepengurusana administrasi yang jelas tidak resmi serta tidak mengacu ke UU. Bagaimana mendeteksi dan mendapatkan buktinya ? Anda yang menjabat sebagai kepala daerah atau pimpinan di instansi terkait, cobalah untuk "berpura-pura" sebagai rakyat miskin yang akan memproses urusan di KUA. Ikuti saja maka Anda akan mendapatkan data seberapa marak dan mengakarnya praktek ilegal ini. Jangan datang sebagai pejabat tetapi menjadilah performance orang yang tidak punya. Semoga Anda memiliki keberanian membuat praktek yang sudah mengakar ini hilang dan menjadikan PNS dimanapun (terutama dalam hal ini di KUA Pedurungan) menjadi lebih transparan dan kredible.