Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. dr. Ova Emilia, beserta jajaran pimpinan melakukan kunjungan industri ke PT Freeport Indonesia di Mimika, Papua, Kamis (24/7). Kunjungan ini merupakan upaya UGM dalam menjalin kerja sama dan bersilaturahmi dengan alumni UGM yang berkarya di perusahaan tambang terbesar di Indonesia itu.

Membuka sesi kunjungan, Prof. Ova mengungkapkan rasa syukur telah diterima dengan hangat dan penuh kekeluargaan oleh PT Freeport Indonesia. Ia juga menyorot bagaimana komitmen PT Freeport Indonesia di bidang sosial sesuai dengan visi dan misi UGM. “Saya melihat ada misi yang mirip antara PT Freeport dan UGM, yaitu inklusivitas. Pihak yang mungkin merasa dia lebih mampu itu secara terus menerus memberikan tangan kepada yang perlu ditolong, dan saya kira misi tersebut sangat jelas, menjadikan kita lekat untuk terus bekerja sama,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, turut hadir perwakilan dari 236 alumni UGM yang berkarier di PT Freeport Indonesia. Beberapa di antara mereka saat ini menduduki posisi strategis sebagai Vice President. Claus Wamafwa, Direktur PT Freeport Indonesia, mengapresiasi keterlibatan alumni UGM dalam pengembangan PT Freeport Indonesia. Menurutnya, kiprah alumni UGM memberikan nilai tambah yang signifikan terhadap citra dan kinerja perusahaan.

Hal tersebut didukung dengan pernyataan Mukhlis Murtadlo Ishak, VP Tax PT Freeport Indonesia, yang menyatakan rasa bangganya terhadap keterlibatan alumni UGM. “Saya sangat bangga dengan teman-teman UGM yang bergabung, mudah-mudahan ke depan semakin banyak yang bergabung dengan kita. Tugas alumni adalah juga ikut berjejaring dengan sesama alumni, mendorong pengelolaan kampus, dan berpartisipasi dalam rekrutmen yang adil,” tuturnya. Ia juga menyampaikan gagasan terbentuknya Komunitas KAGAMA PT Freeport Indonesia dan Pengcab KAGAMA Timika untuk memperkuat jaringan alumni.
Di kesempatan yang sama, Mukhlis juga menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan KKN-PPM UGM. “Selain menjadi pelopor pengabdian masyarakat di desa melalui KKN, UGM juga tetap mempertahankan itu. Beberapa kampus mulai mengurangi tapi di kampus kita tetap dipertahankan. Saya cukup bangga pernah mengikuti KKN karena itu tempat kami menempa diri. Banyak tantangannya tapi menjadi pendorong bagi kami untuk mengabdi di desa kami ditempatkan,” kata Mukhlis.

Kegiatan ini tidak hanya menguatkan kerja sama yang erat antara UGM, PT Freeport Indonesia, dan KAGAMA sesuai dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan, namun juga berpeluang meningkatkan potensi pertumbuhan ekonomi dan pekerjaan layak (SDGs 8) serta memperluas akses pendidikan bagi generasi muda Papua (SDGs 4).
[Kantor Alumni: Sita, Foto: Kantor Alumni]