Universitas Gadjah Mada berkolaborasi dengan Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) dan PT KAI menggelar webinar bertema “Diskon Tiket, Akselerasi Mobilitas, dan Kontribusi Bangsa” melalui Zoom, Sabtu (2/8). Webinar yang dihadiri oleh 100 peserta ini bertujuan untuk meningkatkan kolaborasi antara UGM, KAGAMA, dan KAI dalam penyediaan dukungan mobilitas bagi alumni dan sivitas akademika UGM.
Webinar dibuka dengan sambutan singkat dari Ketua Panitia, Ir. Iwan Hermawan S.T., M.T., M.M., IPU., ASEAN Eng. Dalam sambutannya, Iwan menyoroti program diskon tiket KAI bagi alumni dan sivitas UGM sebagai bentuk penguatan hubungan antara UGM dan alumni. Sambutan juga disampaikan oleh Ketua PP KAGAMA Bidang Kesejahteraan Anggota, Ir. M. Erry Sugiharto, S.T., M.H., M.T., IPU., ASEAN Eng. Ia menegaskan bahwa program ini mendukung upaya KAGAMA untuk berkontribusi aktif bagi alumni serta mendorong pertumbuhan ekonomi. “Saya meyakini sivitas dan alumni UGM turut menjadi bagian penting capaian pengguna moda transportasi. Tidak hanya sebagai konsumen, tetapi juga penggerak perkembangan transportasi nasional yang berkelanjutan,” ujar Erry.

Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, M.Med., Sp.OG(K)., Ph.D., turut hadir memberikan opening speech melalui rekaman video. Prof. Ova menyebutkan bahwa keselamatan dan kenyamanan mobilitas sivitas menjadi hal yang penting dalam mendukung pelaksanaan tridharma perguruan tinggi. Ia juga mendorong potensi kolaborasi yang berkelanjutan di kemudian hari. “Saya menyambut baik penyelenggaraan kegiatan webinar kolaborasi KAI dan KAGAMA ini. Semoga kolaborasi antara UGM, KAGAMA, dan KAI terus berjalan baik dan berkelanjutan,” ujar Ova.

Sesi webinar pertama diisi oleh Roestono, Vice President of Passenger Ticketing Sales PT KAI, yang membahas Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara UGM dan KAI terkait pemberian diskon tiket 10% bagi sivitas akademika UGM. Menurut Roestono, selain meningkatkan kesejahteraan alumni, kerja sama ini merupakan upaya KAI dan UGM mendukung perwujudan moda transportasi yang ramah lingkungan. “Kerja sama ini mendorong partisipasi dalam mencegah pemanasan global melalui pemilihan kereta api sebagai moda transportasi yang rendah emisi,” katanya. Dalam sesi pertama ini, turut disampaikan syarat, ketentuan, dan tata cara penggunaan diskon.
Sesi kedua oleh Prof. Dr. Puji Astuti, S.Si., M.Sc., Apt., Direktur Kemitraan dan Relasi Global UGM, membahas tentang manfaat kerja sama UGM dan KAI dalam mendukung mobilitas akademik. Prof. Puji mengatakan bahwa adanya kerja sama ini sangat membantu sivitas dalam perjalanan dinas maupun pribadi. “Tidak perlu pakai mobil sendiri kalau ke Jakarta, rombongan bisa menggunakan kereta api. Selain itu, KAI menyediakan ruang yang cukup luas dalam kereta, sehingga cocok untuk beristirahat dalam perjalanan jauh maupun nyambi mengerjakan tugas dinas,” sahutnya. Ia juga menyampaikan usulan untuk memperluas jangkauan fasilitas diskon kepada mahasiswa, bukan hanya alumni dan sivitas akademika.

Dalam sesi ketiga, Tisna Surya Adi Prenanto, Perwakilan KAGAMA Pulang Jumat Kembali Ahad (PJKA), membagikan pengalamannya menggunakan fasilitas diskon kereta api. Tisna mengatakan bahwa anggota KAGAMA PJKA merasakan langsung dampak diskon kerja sama UGM dan KAI. “Diskon ini memberikan dampak yang nyata bagi kami, terutama dalam konteks biaya. Misalnya harga tiket Rp400.000, dapat diskon sebesar Rp40.000, lumayan bisa untuk beli makan di gerbong,” ujar Tisna. Menurutnya, diskon ini juga membuat alumni merasa diperhatikan oleh UGM.
Melalui kerja sama ini, UGM, KAGAMA, dan KAI turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
[Kantor Alumni: Sita, Foto: Sita]