Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Gunungkidul menggelar temu alumni pada Sabtu (22/11) di Amarta Ballroom, Hotel Santika, Gunungkidul. Acara yang diikuti oleh 80 peserta ini menjadi wadah sinergi antara UGM, KAGAMA, dan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dalam memperkuat kontribusi bersama bagi pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Ketua Pengcab KAGAMA Gunungkidul, Ir. Eddy Praptono, M.Si., menegaskan bahwa kolaborasi UGM dan KAGAMA memiliki potensi besar untuk menjawab berbagai persoalan di Gunungkidul, mulai dari isu kemiskinan, perekonomian, hingga pengembangan wilayah Global Geopark UNESCO. Ia berharap UGM dapat memperkuat pusat-pusat riset di Gunungkidul agar hasil penelitian dapat berdampak nyata bagi masyarakat. “Alumni Gadjah Mada yang hadir hari ini, baik yang baru maupun lama, diharapkan dapat terus membangun kolaborasi dan memberi kontribusi bagi daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat PP KAGAMA, Arif Surahman, menyampaikan bahwa antusiasme alumni di Gunungkidul sangat tinggi dalam memberi masukan bagi kemajuan UGM. Ia menjelaskan bahwa peningkatan reputasi internasional UGM menjadi salah satu fokus KAGAMA, mengingat ranking universitas berkaitan erat dengan peluang kerja sama industri, kolaborasi global, serta dampaknya bagi program pemberdayaan masyarakat di daerah. “KAGAMA ingin memastikan alumni mengambil bagian dalam mendorong UGM menjadi universitas berkelas dunia. Peran KAGAMA terlihat dari alumni yang mendukung kerja sama untuk membangun daerah,” ucapnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama UGM, Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc., menekankan bahwa kemajuan Gunungkidul tidak terlepas dari keterlibatan alumninya. Ia menjelaskan pentingnya UGM menjaga kualitas akademik, tata kelola, dan akuntabilitas sebagai universitas publik yang menjadi kebanggaan masyarakat. “UGM tidak dapat maju tanpa sinergi dengan alumni. Oleh karena itu, kedekatan UGM dan KAGAMA dengan daerah merupakan bagian yang terpenting,” tuturnya.
Dalam pembukaan resmi, Sekda Gunungkidul, Bapak Sri Suhartanta menegaskan bahwa kolaborasi UGM dan KAGAMA merupakan langkah strategis dan gerakan kolektif untuk membangun Gunungkidul. Ia menyebut bahwa UGM memiliki kekuatan ilmu pengetahuan dan teknologi, sementara KAGAMA memiliki jejaring dan pengetahuan lapangan yang kuat. “Ketika kedua hal ini bertemu, muncullah solusi yang berbasis riset sekaligus aplikatif. Gunungkidul selalu terbuka untuk bekerja sama dengan UGM dan KAGAMA,” tegasnya.
Pada sesi diskusi, disoroti pentingnya peningkatan peluang kerja sama yang lebih luas dan berdampak bagi masyarakat. Sinergi KAGAMA dan Gunungkidul juga ditekankan melalui perluasan program KKN hingga tingkat SMP dan SMA. UGM dan KAGAMA didorong untuk terlibat langsung dalam pengembangan pendidikan, ekonomi, dan sumber daya lokal, sekaligus memperkuat riset di Gunungkidul agar hasil kajiannya dapat menjadi dasar pengembangan daerah.
Kegiatan temu alumni ini diharapkan dapat menjadi langkah strategis bagi UGM dan KAGAMA dalam memperkuat kontribusi bagi pembangunan Gunungkidul, sekaligus mempererat hubungan universitas dengan para alumninya. Sinergi ini menjadi energi penting untuk mewujudkan inovasi, pemberdayaan, serta upaya bersama menuju universitas berkelas dunia yang tetap berpijak pada kebutuhan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan, melalui kolaborasi erat antara universitas, alumni, dan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan Gunungkidul yang inklusif dan berkelanjutan.
[Kantor Alumni: Ni Luh, Foto: Lusi]