Universitas Gadjah Mada bekerja sama dengan Pengda KAGAMA Bali menyelenggarakan kegiatan temu alumni pada Jumat (13/2) bertempat di Prime Plaza Hotel Sanur. Kegiatan ini dihadiri oleh 58 alumni yang berdomisili di Bali. Turut hadir I Gusti Ngurah Agung Diatmika selaku Ketua Pengda KAGAMA Bali, Mas Yanto Herlianto selaku perwakilan PP KAGAMA, serta Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si., selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM.
Dalam sambutan pembuka, I Gusti Ngurah Agung Diatmika menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan temu alumni. Ia juga memaparkan kondisi perekonomian Bali yang dinilai tetap dinamis melalui aktivitas ekonomi masyarakat. Selain itu, ia menyoroti konsistensi program KAGAMA Bali dalam pengelolaan sampah sejak masa pandemi COVID-19 melalui kolaborasi dengan berbagai pihak eksternal sebagai bentuk kontribusi nyata alumni di masyarakat. “KAGAMA Bali berupaya terus aktif melalui berbagai program, termasuk pengelolaan sampah yang telah berjalan sejak masa pandemi,” ujarnya.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Mas Yanto Herlianto yang menjelaskan bahwa sejak awal berdiri, KAGAMA memiliki peran strategis dalam memberikan kontribusi bagi bangsa. Ia menekankan tujuh langkah strategis yang telah dijalankan, antara lain identifikasi potensi lokal, pengabdian masyarakat berbasis bukti, penguatan jejaring industri, dukungan beasiswa, hingga advokasi kebijakan berbasis akademik. Menurutnya, kolaborasi antara kampus dan alumni menjadi fondasi penting dalam mendorong reputasi UGM. “Kolaborasi kampus dan alumni merupakan pondasi utama dalam memperkuat kontribusi UGM bagi masyarakat,” jelasnya.
Senada dengan hal tersebut, Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si., menekankan pentingnya sinergi antarperguruan tinggi serta jejaring alumni dalam menjawab berbagai tantangan sosial. Ia menyoroti tantangan pendanaan pendidikan, termasuk keterbatasan anggaran negara untuk program bantuan pendidikan. Meski demikian, UGM berkomitmen menjaga akses pendidikan melalui penguatan kemitraan dan pengembangan program beasiswa agar mahasiswa tetap dapat melanjutkan studi. “UGM terus memperkuat kemitraan untuk menghadirkan berbagai skema beasiswa sehingga tidak ada mahasiswa yang terhambat melanjutkan pendidikan karena kendala biaya,” pungkasnya.
Kegiatan temu alumni dilanjutkan dengan sesi diskusi yang membahas peningkatan kualitas pendidikan di UGM serta peluang kolaborasi konkret antara mitra, kampus, dan jejaring alumni. Melalui kegiatan ini, UGM bersama KAGAMA Bali turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas dan SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan, melalui penguatan sinergi antara perguruan tinggi, alumni, dan pemangku kepentingan di daerah.
[Kantor Alumni: Hansel, Foto: Dewin]