KAGAMA Nonton menyelenggarakan kegiatan nonton bareng (nobar) film Setan Alas pada Minggu (1/3), di Empire XXI Yogyakarta. Acara yang berlangsung pukul 16.45–18.10 WIB ini diikuti oleh 109 peserta yang terdiri dari mahasiswa, alumni, dan sivitas akademika. Nobar kali ini menjadi momentum istimewa karena Setan Alas merupakan bagian dari living lab kolaboratif antara industri film Indonesia dan Sekolah Vokasi UGM.
Dekan Sekolah Vokasi UGM, Prof. Dr.-Ing. Ir. Agus Maryono, IPM., ASEAN Eng., menyampaikan apresiasi atas kehadiran KAGAMA serta menjelaskan bahwa Setan Alas merupakan karya kolaboratif dosen dan mahasiswa Sekolah Vokasi bersama sivitas dari fakultas lain, dan bahkan melibatkan sekitar 200 grup siswa SMA/SMK se-DIY. Film yang disutradarai oleh Yusron Fuadi ini menghadirkan genre berbeda yang mengajak penonton berpikir lebih dalam. Ia berharap KAGAMA Nonton terus menghadirkan ruang apresiasi serupa, seraya menegaskan bahwa kampus merupakan pusat lahirnya ide dan kreativitas perfilman. “Kampus adalah pusat berpikir dan ruang bertumbuhnya kreativitas. Dari sinilah ide-ide perfilman dapat berkembang,” ujarnya.
Turut memberikan sambutan, Wikan Sakarinto, S.T., M.Sc., Ph.D., Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (2020–2022) dan Direktur Politeknik Mitra Industri di Bekasi, menyampaikan bahwa film ini merupakan kelanjutan dari cita-cita yang telah dirintis sejak film Tengkorak yang tayang perdana pada 2016. Setan Alas yang bergenre horor fiksi ini rampung diproduksi pada awal 2023 dan dijadwalkan tayang secara luas pada 5 Maret 2026. Sebelumnya, film tersebut telah diputar dalam ajang JAFF Indonesian Screen Awards di Jogja-NETPAC Asian Film Festival 2023 dan meraih tiga penghargaan sekaligus, yakni Best Film, Best Storytelling, serta Best Editing. Ia pun mengapresiasi semangat kebersamaan KAGAMA yang terus hidup dalam berbagai inisiatif kreatif. “Mari kita nikmati dan kritisi secara positif. Semoga film ini menjadi kebanggaan UGM dan KAGAMA,” ungkapnya.
Secara alur, film ini menghadirkan pengalaman menonton yang tak terduga. Penonton mula-mula dibawa ke dalam suasana horor yang mencekam, sebelum akhirnya dikejutkan oleh plot twist bahwa kelima tokoh utama ternyata berada di dalam draf sebuah film horor. Kejutan naratif tersebut memantik antusiasme dan respons spontan dari para peserta nobar. Melalui kegiatan ini, KAGAMA Nonton tidak hanya membuka ruang apresiasi bagi karya sineas kampus, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara alumni, institusi pendidikan, dan industri kreatif, sejalan dengan semangat SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pembelajaran berbasis praktik serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui sinergi lintas sektor dalam pengembangan industri kreatif nasional.
[Kantor Alumni: Ni Luh, Foto: Nandik]