Pengda KAGAMA Aceh secara resmi melepas sebanyak 30 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam program KKN-PPM UGM Peduli Bencana di Kabupaten Pidie Jaya dan Aceh Utara untuk kembali ke Yogyakarta pada Minggu (1/3). Pelepasan yang berlangsung hangat di Kuala Seafood Ulee Lheue ini dihadiri langsung oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si., serta 15 orang perwakilan Pengda KAGAMA Aceh sebagai wujud sinergi kampus dan alumni dalam misi kemanusiaan.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Arie Sujito menyampaikan apresiasi atas dedikasi mahasiswa serta dukungan penuh alumni selama program berlangsung. Ia menekankan bahwa pengabdian mahasiswa tidak berdiri sendiri, melainkan tumbuh dari kolaborasi yang kuat antara universitas, pemerintah daerah, dan jejaring alumni di daerah.
Kesuksesan pelaksanaan KKN-PPM ini tidak terlepas dari dukungan aktif Tim KAGAMA Aceh yang dipimpin oleh M. Nasir Syama’un yang saat ini menjabat Sekretaris Daerah Aceh serta Ketua Satgas bencana Aceh. Sejak kedatangan hingga kepulangan mahasiswa, KAGAMA Aceh memastikan kebutuhan operasional terpenuhi, mulai dari penyediaan tempat transit di Asrama BPSDM Aceh, dukungan armada transportasi, hingga fasilitasi agenda pelepasan. Dukungan tersebut memungkinkan mahasiswa fokus menjalankan program pengabdian di lapangan.
Drs. Syakir, M.Si., Asisten I Bidang Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat sekaligus Wakil Sekretaris Pengda KAGAMA Aceh, menegaskan komitmen alumni dalam mendampingi kegiatan kemanusiaan UGM di Aceh. “KAGAMA Aceh berkomitmen mendukung penuh adik-adik mahasiswa agar fokus mereka hanya pada pengabdian. Kami siapkan fasilitas transit dan logistik agar proses pemulihan di lapangan berjalan lancar,” ujarnya.
Sejumlah pengurus Pengda KAGAMA Aceh turut hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Lestari Suci Dian Safitri, Tirahmah, Masri Amin, Karyamansyah Faisal Reza, Cut Nelli, Haikal, Faturrahmi, Cut Mita, Daru Tri Hidayat, Evi Qadriati, Asrina, Hendra, Silvia Agustina, Mirwatul Uli, serta Pengarah Kagama Aceh y Kamaruddin Andalah, T. Ahmad Dadek dan Tim Kagama Aceh Lainnya yang bertugas di Kabupaten lokasi KKN dilaksanakan. Tim Kagam Aceh menunjukkan soliditas jejaring alumni yang luar biasa bekerjasama dalam mendukung program KKN kampus UGM tercinta.
Dalam pemaparan hasil kegiatan, mahasiswa melaporkan sejumlah capaian konkret. Di Desa Geudumbak, Aceh Utara, tim KKN bersama UGM meresmikan Balai Masjid yang kini dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan kesehatan dan pendidikan, sedangkan di Pidie Jaya program difokuskan pada pemulihan sanitasi dan pertanian melalui pemasangan PJU tenaga surya, penyediaan filter air bersih, edukasi kesehatan, serta pendampingan psikososial bagi warga terdampak.
Program pengabdian ini sejalan dengan komitmen Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui edukasi kesehatan dan pendampingan psikososial; poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas lewat pemanfaatan Balai Masjid sebagai pusat kegiatan belajar masyarakat; poin 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak melalui penyediaan filter air dan pemulihan sanitasi; serta poin 7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau melalui pemasangan PJU tenaga surya. Lebih dari itu, sinergi antara UGM, KAGAMA Aceh, dan pemerintah daerah juga merefleksikan poin 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan sebagai fondasi keberlanjutan program pascabencana.
[Kantor Alumni: Ni Luh, Foto: KAGAMA Aceh]
I not to mention my buddies came taking note of the nice hints on the blog then the sudden came up with a horrible feeling I never expressed respect to the website owner for those tips. The boys had been as a result stimulated to read all of them and have in effect seriously been taking pleasure in those things. We appreciate you actually being simply thoughtful and then for going for this form of fantastic issues most people are really needing to know about. My personal sincere apologies for not saying thanks to you sooner.