• Tentang UGM
  • Simaster
  • Perpustakaan
  • DTI UGM
  • ID
    • EN
    • ID
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Kantor Alumni
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
    • PROFIL KANTOR ALUMNI
    • STRUKTUR ORGANISASI
    • DIREKTORI STAF
  • PROGRAM ALUMNI
    • PEMBUATAN KARTU GAMA CO-BRAND
    • LEGALISASI IJAZAH & TRANSKRIP NILAI JARAK JAUH (ONLINE)
    • DONASI BEASISWA ALUMNI UGM
    • Tracer Study UGM
    • Pojok KAGAMA Komunitas
    • VERIFIKASI DATA ALUMNI OLEH MITRA PERUSAHAAN
  • PROGRAM KARIER
    • Tentang UGM Career
    • LOWONGAN KERJA
    • MAGANG
    • CAREER CLASS & ALUMNI SHARING
    • UGM Integrated Career Days
      • UGM INTEGRATED CAREER DAYS JUNI 2026
      • UGM INTEGRATED CAREER DAYS NOVEMBER 2025
      • UGM INTEGRATED CAREER DAYS 2025
      • UGM INTEGRATED CAREER DAYS NOVEMBER 2024
      • UGM INTEGRATED CAREER DAYS 2024
      • UGM Integrated Career Days November 2023
      • UGM Integrated Career Days Juni 2023
      • Gadjah Mada Career Festival (GMCF) 2022
      • UGM Integrated Career Days 2020
      • UGM ICD 2019
      • UGM ICD 2018
      • UGM ICD 2017
    • KONSELING KARIER
  • ALUMNI AWARDS
    • TENTANG UGM ALUMNI AWARDS 2026
    • PEMENANG ALUMNI AWARD
  • TETAP TERHUBUNG
    • KONTAK KAMI
    • FAKULTAS & SEKOLAH
    • MEDIA SOSIAL & HOTLINE SERVICE
    • KAGAMA
  • Beranda
  • Tips-id
  • Ternyata, Aku Sudah Berubah Ya

Ternyata, Aku Sudah Berubah Ya

  • Tips-id
  • 6 Juli 2026, 13.37
  • Oleh: Kantor Alumni
  • 0

Kalau beberapa tahun yang lalu ada yang bilang bahwa suatu saat nanti jam tidur akan terasa lebih berharga daripada promo kopi, mungkin banyak dari kita akan tertawa. Dulu rasanya semua harus dikejar. Alarm dipasang berkali-kali, kopi menjadi andalan supaya tetap terjaga, dan waktu tidur sering kali diabaikan. Selama pekerjaan selesai, semuanya terasa baik-baik saja.

Rutinitas seperti itu perlahan menjadi sesuatu yang dianggap normal. Hari demi hari dijalani dengan ritme yang sama, sampai akhirnya tubuh mulai memberi sinyal. Rasa lelah bertahan lebih lama, fokus mulai mudah buyar, dan bangun pagi terasa semakin berat. Di titik itulah banyak orang mulai menyadari bahwa bekerja keras saja tidak cukup. Menjaga diri sendiri juga merupakan bagian dari perjalanan berkarier.

Tentu saja, perubahan itu tidak terjadi dalam semalam. Masih ada hari ketika tidur terlalu larut, masih ada secangkir kopi yang menemani pekerjaan, dan masih ada jadwal yang sesekali berantakan. Namun, sedikit demi sedikit mulai muncul kebiasaan baru yang lebih ramah untuk diri sendiri.

  • Mulai tidur sedikit lebih awal daripada biasanya.
    Jam kerja yang panjang sering membuat kita mengorbankan waktu istirahat. Padahal, kualitas tidur berpengaruh pada kemampuan mengambil keputusan, menjaga fokus, hingga mengelola emosi saat bekerja. Tidur lebih awal, meski hanya 30 menit dari biasanya, bisa menjadi langkah kecil agar tubuh dan pikiran lebih siap menghadapi aktivitas keesokan harinya.
  • Mulai mengurangi secangkir kopi ketika tubuh sebenarnya tidak terlalu membutuhkannya.
    Kopi memang sering menjadi penyelamat saat energi mulai menurun. Namun jika dikonsumsi terlalu sering atau terlalu larut, kualitas tidur juga bisa ikut terganggu. Bukan berarti harus berhenti minum kopi, tetapi mulai mengenali kapan tubuh benar-benar membutuhkannya. Dengan begitu, energi yang dimiliki tidak hanya bertahan sesaat, tetapi juga lebih stabil sepanjang hari kerja.
  • Mulai menyempatkan waktu untuk bergerak, meski hanya beberapa menit setiap hari.
    Kesibukan bekerja sering membuat kita duduk berjam-jam di depan layar. Padahal, bergerak sejenak dapat membantu mengurangi rasa pegal, menyegarkan pikiran, dan mengembalikan fokus. Tidak harus langsung berolahraga dengan intensitas tinggi, berjalan kaki sebentar atau melakukan peregangan beberapa menit pun sudah menjadi langkah yang baik untuk menjaga stamina selama bekerja. 
  • Mulai membangun rutinitas yang membuat tubuh dan pikiran terasa lebih seimbang.
    Rutinitas yang lebih teratur membantu tubuh beradaptasi dengan ritme kerja sehari-hari. Ketika waktu tidur, makan, bekerja, dan beristirahat mulai lebih konsisten, tubuh juga lebih mudah menjaga energi dan konsentrasi. Perubahan ini mungkin tidak langsung terasa, tetapi kebiasaan kecil yang dilakukan secara terus-menerus dapat menjadi bekal untuk menjaga performa kerja dalam jangka panjang. 

Kalau dipikir-pikir, perubahan itu memang tidak terlihat spektakuler. Tidak ada momen besar yang langsung mengubah semuanya dalam semalam. Namun, justru di situlah letak proses bertumbuh. Kita tidak harus menjadi pribadi yang benar-benar baru. Cukup terus membuat pilihan yang sedikit lebih baik dibandingkan kemarin.

Kalau hari ini kamu sedang berada di proses itu, sekecil apapun langkahnya, jangan lupa mengapresiasi diri sendiri. Karena progress memang tidak selalu ditandai dengan perubahan yang besar. Sering kali, perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten adalah pencapaian yang paling berarti.

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Universitas Gadjah Mada

Kantor alumni
Universitas Gadjah Mada
Bulaksumur Blok D5, Yogyakarta 55281
alumni@ugm.ac.id
+62 (274) 552810
+62 8112 5824 34

© 2023 - Kantor Alumni Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY