KAGAMA Fisipol UGM angkatan 1991 menyelenggarakan reuni bertajuk “Bersatu Kembali Mengabdi & Berbagi untuk Fisipol Kita!” pada Sabtu dan Minggu (11–12/7) di Balairung UGM dan Sansiro, Fisipol UGM. Kegiatan ini dihadiri oleh alumni Fisipol angkatan 1991 serta sejumlah pimpinan universitas dan fakultas, di antaranya Yurnelis Piliang selaku Ketua Panitia, Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si., selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM sekaligus alumnus Sosiologi Fisipol angkatan 1991, serta Wawan Mas’udi, Ph.D., selaku Dekan Fisipol UGM. Reuni ini diselenggarakan untuk mempererat kembali tali silaturahmi alumni sekaligus memperkuat semangat pengabdian dan kolaborasi bagi almamater.
Rangkaian kegiatan diawali pada hari pertama dengan kirab bregodo dari Fisipol menuju Balairung UGM, dilanjutkan dengan sesi foto bersama, pelepasan balon, serta makan bersama di lingkungan fakultas. Pada hari kedua, para peserta mengikuti fun walk di kawasan UGM dan kegiatan sosial bertajuk “Fisipol 91 Peduli” sebagai wujud kepedulian alumni kepada masyarakat.
Dalam sambutannya pada acara makan malam di Sansiro Fisipol UGM, Yurnelis Piliang menyampaikan bahwa reuni bukan sekadar ajang bernostalgia, melainkan momentum untuk menyambung kembali persaudaraan yang telah terjalin sejak masa kuliah. Ia mengajak para alumni mengenang dinamika kehidupan kampus Fisipol pada awal 1990-an yang sarat dengan diskusi, gagasan, dan semangat kebersamaan. “Melihat wajah-wajah di ruangan ini, saya langsung terlempar ke tahun 1991, ketika koridor Fisipol dipenuhi diskusi hangat dan selasar kampus menjadi saksi tawa serta perjuangan kita bersama,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa dalam forum reuni semua alumni hadir sebagai sahabat tanpa memandang gelar maupun jabatan. Menurutnya, nilai utama dari pertemuan ini adalah menjaga persahabatan, memperkuat persaudaraan, dan membangun kembali energi kolektif untuk terus berkontribusi bagi kampus dan masyarakat. Ia berharap jejaring alumni Fisipol dapat terus menjadi kekuatan yang mendukung berbagai inisiatif kolaboratif UGM. “Saya berharap kita terus menjaga persahabatan dan persaudaraan, karena perjalanan hidup akan terasa indah ketika kita memahami makna dari setiap perjalanan itu sendiri,” tuturnya.
Sementara itu, Wawan Mas’udi, Ph.D., menyampaikan bahwa tradisi akademik
Fisipol selalu mendorong mahasiswa untuk berani berpikir kritis, bersikap, dan mengambil peran di ruang publik. Ia juga mengapresiasi capaian sejumlah program studi Fisipol yang berhasil masuk dalam peringkat 100–150 besar dunia, seiring dengan meningkatnya jumlah mahasiswa dari jenjang sarjana hingga doktoral. Menutup sambutannya, ia berharap reuni berlangsung dalam suasana guyub, rukun, dan gayeng serta menjadi inspirasi bagi generasi Fisipol berikutnya. “Mudah-mudahan angkatan 1991 tidak hanya menjadi angkatan yang luar biasa, tetapi juga menjadi angkatan yang memberi inspirasi bagi fakultas kita tercinta,” pungkasnya.
Kegiatan reuni ini tidak hanya menjadi ruang nostalgia, tetapi juga wadah mempertemukan kembali alumni yang telah lama berpisah serta memperkuat jejaring antargenerasi Fisipol UGM. Melalui semangat kebersamaan dan pengabdian, KAGAMA Fisipol menegaskan kembali peran alumni sebagai bagian dari keluarga besar UGM yang terus berkontribusi bagi masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan ini sejalan dengan komitmen UGM dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, alumni, dan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun jejaring yang bermanfaat bagi pengembangan institusi dan masyarakat.
[Kantor Alumni: Hansel, Foto: Ira]