“Kapan diterima kerja, ya?” Pertanyaan ini rasanya terus terngiang selama masa mencari kerja. Belum lagi rasa cemas tiap kali membuka media sosial dan melihat teman-teman yang sudah lebih dulu bekerja, atau pertanyaan “kok belum kerja juga?” yang terus berulang setiap kali bertemu keluarga dan kenalan. Rasanya, masa menunggu ini seolah tidak ada habisnya.
Tapi anehnya, begitu akhirnya diterima kerja rasa pusing itu ternyata tidak hilang begitu saja. Ia hanya berganti bentuk menjadi deadline yang menumpuk, tuntutan untuk terus produktif, tekanan dari atasan atau rekan kerja, dan rasa lelah yang menumpuk dari hari ke hari. Belum lagi kalau pekerjaan yang dijalani ternyata tidak seindah bayangan sebelumnya, muncul rasa kecewa yang datang tanpa diundang. Ternyata, punya kerjaan maupun belum punya kerjaan sama-sama bikin pusing juga, loh!
Jadi, Sebenarnya Apa yang Membedakan?
Menariknya, dua orang yang berada di situasi yang persis sama bisa punya pengalaman yang jauh berbeda. Ada yang menjalani masa menunggu kerja dengan tenang karena menganggapnya sebagai waktu untuk belajar hal baru dan mempersiapkan diri lebih matang. Ada juga yang terus-menerus membandingkan diri dengan orang lain hingga akhirnya merasa tertekan sendiri. Begitu pula saat sudah bekerja, ada yang melihat pekerjaan yang berat sebagai kesempatan untuk berkembang, sementara yang lain hanya merasa terbebani dan lelah setiap hari. Dari sini, kita bisa sadari satu hal bahwa sebenarnya bukan situasinya yang menentukan seberapa berat sebuah fase terasa, melainkan cara kita memandangnya.
Dua Kacamata, Dua Rasa yang Berbeda
Ketika sebuah fase dipandang sebagai beban, rasa lelah, cemas, dan tertekan akan jauh lebih mudah muncul, apa pun kondisinya. Tapi ketika fase yang sama dipandang sebagai stepping stone menuju sesuatu yang lebih baik, akan lebih mudah untuk tetap bersyukur dan menjalani prosesnya dengan lebih ringan.
Saat masa menunggu kerja terasa berat, coba alihkan fokus pada hal-hal yang bisa dikembangkan selama masa tunggu ini, seperti belajar keterampilan baru, memperluas relasi, atau mempersiapkan diri lebih matang untuk kesempatan berikutnya. Begitu juga saat pekerjaan terasa melelahkan, coba ingat kembali alasan awal menerima pekerjaan tersebut dan apa yang bisa dipelajari dari setiap tantangan yang dihadapi.
Pada akhirnya, mau sedang mencari kerja atau sudah bekerja, keduanya sama-sama bagian dari perjalanan karier yang tidak selalu mulus. Yang membuat perjalanan itu terasa lebih ringan bukanlah situasinya, melainkan cara kita memaknainya.