Kalau masa kecil dulu identik dengan hal-hal yang bikin semangat, fase adulting justru datang dengan cerita yang beda. Sudah usaha tidur lebih awal dan bangun pagi, tapi tetap saja rasanya ngantukan 24/7. Jadwal yang tiba-tiba padat sampai harus lembur juga jadi makanan sehari-hari. Belum lagi urusan yang dulu selalu ada yang bantu, sekarang harus diselesaikan sendiri dari awal sampai akhir. Semua itu kita hadapi bahkan dengan kondisi badan yang pegal linu di mana-mana.
Kalau dipikir-pikir, fase adulting memang bukan sesuatu yang enak buat dijalani satu per satu. Tapi justru di situlah intinya. Tidak semua fase ini harus dinikmati, kadang kita cukup dijalanin aja. Tidak perlu memaksakan diri untuk menikmati prosesnya kalau capek dan lelah itu memang nyata terjadi.
Sayangnya, tidak ada tutorial untuk benar-benar menjadi orang dewasa. Sesuatu yang kelihatannya sederhana sebenarnya butuh penyesuaian yang tidak instan, apalagi kalau jam kerja dan tanggung jawab baru datang bersamaan ketika berada di dunia karier. Rasa kantuk yang terus muncul meski sudah tidur cukup sering kali bukan soal kurang disiplin, tapi tanda bahwa tubuh masih beradaptasi dengan ritme baru yang lebih padat. Begitu juga urusan yang tiba-tiba harus diselesaikan sendiri, mulai dari administrasi, keuangan, sampai keputusan-keputusan kecil sehari-hari. Semua itu terasa berat bukan karena kita kurang mampu, tapi karena memang baru pertama kali menjalaninya tanpa ada yang membimbing langkah demi langkah.
Begitu pula dengan kebiasaan menjawab “ok noted” meski sebenarnya masih ada yang ingin ditanyakan. Hal ini sering muncul karena rasa canggung di lingkungan baru atau takut dianggap merepotkan. Padahal, bertanya balik ketika ada yang belum jelas bukan tanda tidak kompeten, justru itu bagian penting dari proses belajar yang lebih sehat. Begitu juga dengan pegal linu yang datang lebih sering, tubuh sebenarnya sedang memberi sinyal bahwa ritme yang dijalani belum sepenuhnya seimbang antara bekerja dan beristirahat.
Semua orang pada dasarnya sama-sama belajar sambil jalan. Tidak ada yang benar-benar siap sepenuhnya saat pertama kali masuk fase ini. Rasa lelah yang muncul belakangan bukan berarti ada yang salah dengan cara kita beradaptasi. Yang bisa dilakukan mungkin bukan mencari cara supaya semuanya terasa ringan seketika, tapi belajar pelan-pelan menerima bahwa fase ini memang berat di awal dan itu wajar adanya. Jadi, tidak apa-apa kalau akhir-akhir ini rasanya capek terus. Namanya juga lagi belajar menjalani fase adulting!