Pengcab KAGAMA Kediri bekerja sama dengan Universitas Islam Kediri (UNISKA) mengadakan Seminar Nasional bertajuk “Merdeka Pangan, Ketahanan Pangan di Bumi Panjalu” di Auditorium UNISKA, Sabtu (30/8). Acara yang juga disiarkan secara langsung di kanal Youtube KAGAMA Kediri ini bertujuan untuk mendorong kolaborasi dalam mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan di Kediri, sekaligus membahas tantangan distribusi pangan yang terjangkau bagi masyarakat.

Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Ketua Pengcab KAGAMA Kediri, Adhi Kristanto, S.T.P., M.P. Menurutnya, acara ini lahir dari keinginan KAGAMA mendukung kemajuan pertanian di Kediri. “Pangan di Indonesia merupakan isu yang besar dalam kedaulatan negara. Kita (KAGAMA) harus memberikan kontribusi sesuai kemampuan di bidang kita, termasuk dalam ketahanan pangan,” ujarnya. Ia juga menyampaikan komitmen KAGAMA dalam mendukung petani menghadapi berbagai tantangan selama masa tanam.
Sambutan juga diberikan oleh Wakil Rektor I UNISKA, Dr. Sri Luayyi, S.E., M.SA. Ia menyoroti permasalahan ketahanan pangan dan menegaskan pentingnya kemandirian pangan sebagai tanggung jawab bersama. “Menurut saya, masalahnya bukan hanya seberapa banyak kita bisa memproduksi sumber pangan, tetapi bagaimana memastikan distribusinya terjangkau bagi masyarakat,” tegasnya.

Perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Kediri, Badrun Najad, turut memberikan sambutan singkat dengan mengapresiasi upaya KAGAMA Kediri dalam mendukung ketahanan pangan. Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi para peserta. Selanjutnya, Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Kediri, H. Sukadi, S.E., M.M., menyampaikan komitmen pemerintah dalam mendukung penyediaan kebutuhan pangan di wilayah Kediri dan secara resmi membuka rangkaian kegiatan seminar.

Pelaksanaan seminar dibagi menjadi dua termin. Termin pertama menghadirkan H. Sukadi, S.E., M.M., Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kota Kediri, serta Prof. Dr. Ir. Nur Hidayat, M.P., Guru Besar Ilmu Mikrobiologi Industri Universitas Brawijaya sekaligus Ketua Pengcab KAGAMA Malang Raya. Sesi ini berfokus pada kondisi agraria di Kabupaten Kediri, upaya pemerintah dalam mendukung intensifikasi pertanian, serta peran mikroorganisme dalam meningkatkan kesuburan tanah.
Sementara itu, pembicara di sesi kedua terdiri dari Prof. Dr. Ir. Setyono Yudo Tyasmoro, M.S., Guru Besar Ilmu Pertanian Organik Universitas Brawijaya; Prof. Dr. Ir. H. Moch Cholil Mahfud, M.Sc., Dosen Fakultas Pertanian Universitas Islam Kediri; dan Moh. Ali Mashari, Head of Product and Market Development Agrochemical PT. Multi Sarana Indotani. Sesi ini membahas tentang pemanfaatan pupuk organik, potensi dan tantangan peternakan sapi perah organik, serta penggunaan Trichoderma sebagai pencegah penyakit patogen di tanaman. Setelah pemaparan materi dari masing-masing pembicara, dibuka sesi tanya jawab dengan peserta untuk mendalami topik.
Seminar ini menjadi wujud nyata kontribusi KAGAMA dalam mendukung upaya ketahanan dan kemandirian pangan, khususnya di tingkat lokal. Acara ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2 tentang mengakhiri kelaparan, SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, SDG 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan.
[Kantor Alumni/Foto: Sita]