Lina Agustina adalah lulusan Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada angkatan 1993. Perempuan yang lahir pada tahun 1975 di Sumatera Utara ini memutuskan merantau ke Yogyakarta untuk berkuliah, meski sempat tidak mendapat restu dari orang tuanya. Selama menempuh pendidikan di Fakultas Psikologi UGM, Lina aktif dalam organisasi kerohanian dan berbagai kegiatan sosial yang memperluas wawasannya tentang manusia dan masyarakat. Dari pengalaman inilah, ia mulai menemukan ketertarikan pada bidang psikologi konsumen, yang kemudian membawanya melanjutkan studi di Magister Manajemen UGM pada tahun 1997 dengan fokus marketing.
Setelah meniti pengalaman di sejumlah perusahaan, Lina akhirnya berkarier di PT Toyota Astra Motor sebagai Customer Relation Department Head pada tahun 2009. Di posisi ini, ia tidak hanya mengelola sistem keluhan atau kepuasan pelanggan, tetapi juga menempatkan nilai empati sebagai dasar hubungan bisnis yang otentik. Pada tahun 2011, Lina menjabat sebagai Network Development Department Head, dengan tanggung jawab besar dalam membangun dan menstandarisasi jaringan dealer di seluruh Indonesia. Strateginya berfokus pada perencanaan jangka menengah-panjang serta inovasi jaringan, yang memperkuat fondasi pertumbuhan perusahaan.
Perjalanan karier Lina di Toyota Astra Motor terus menanjak. Mulai dari Sales Deputy Division hingga Head of Dealer Development & Fleet Management, ia menunjukkan kepiawaian dalam merancang strategi, membangun jaringan, dan mengelola hubungan bisnis. Pada tahun 2018, Lina ditunjuk sebagai Head of Corporate Strategy and New Business. Ia bertanggung jawab memimpin arah strategi perusahaan, mendorong digitalisasi, serta membuka peluang usaha baru di tengah perubahan besar industri otomotif global.
Kini, Lina dipercaya menjabat sebagai Presiden Direktur PT Mobilitas Digital Indonesia, sebuah peran yang menegaskan kepemimpinannya di era transformasi digital. Di posisi ini, ia mengusung visi untuk menghadirkan mobilitas yang lebih cerdas, inovatif, dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.
Dalam perjalanan kariernya, Lina percaya bahwa kunci kesuksesan ada pada semangat untuk terus belajar. Seseorang tidak boleh hanya terpaku pada peran yang sedang dijalani, melainkan juga menyiapkan diri dengan wawasan dan kemampuan selangkah lebih maju. Dengan begitu, ketika kesempatan datang, ia sudah siap untuk dipilih dan menjalankan tanggung jawab lebih besar.
Ia juga melihat bahwa belajar dan bekerja bukanlah dua hal yang terpisah. Sejak kuliah hingga memasuki dunia profesional, keduanya berjalan beriringan. Apalagi, di era digital yang penuh peluang ini, hampir semua hal bisa dipelajari. Yang terpenting adalah tidak hanya mengandalkan apa yang sudah dimiliki, tetapi terus membuka diri untuk menambah pengetahuan dan pengalaman baru.
[Kantor Alumni: Sita, Foto: Alif]