Prefektur Ishikawa bekerja sama dengan UGM menggelar webinar bertajuk “Mari Kerja di Ishikawa Jepang” melalui Zoom, Rabu (3/9). Webinar yang diikuti 97 peserta ini bertujuan memperkenalkan Prefektur Ishikawa dan menarik minat mahasiswa dan alumni Universitas Gadjah Mada untuk bekerja di perusahaan-perusahaan di Prefektur Ishikawa.

Yamaguchi, perwakilan Bidang Ketenagakerjaan Prefektur Ishikawa, membuka webinar dengan sambutan singkat. Dalam sambutannya, ia berterima kasih atas kehadiran para peserta. Ia juga menyampaikan harapannya agar webinar ini meningkatkan ketertarikan peserta untuk bekerja di Jepang. “Saat ini sudah ada sekitar 1.600 orang Indonesia yang bekerja di Ishikawa. Karena itu, semakin banyak perusahaan mencari tenaga kerja Indonesia untuk ditempatkan di berbagai bidang. Saya berharap webinar ini memberikan gambaran dan menarik Anda untuk bekerja di Ishikawa,” ujarnya.

Selanjutnya, Koutaro Nishi dari Atglobal, Ltd., Project Manager untuk program ini, memaparkan profil Prefektur Ishikawa, mencakup populasi, daya tarik, karakteristik, dan kebutuhan industrinya. Ia menjelaskan bahwa setiap wilayah di Prefektur Ishikawa memiliki karakteristik industri yang khas. “Ishikawa memiliki industri yang berbeda di setiap wilayah. Industri yang paling besar itu manufaktur, baik di mesin, tekstil, dan makanan. Kami juga mempunyai banyak perusahaan unggul dengan teknologi maju,” jelas Koutaro.
Koutaro juga menjelaskan tentang perkembangan jumlah tenaga kerja asing di Prefektur Ishikawa. Ia meyakini peningkatan jumlah tersebut akan membuka lebih banyak peluang bagi tenaga kerja baru di Jepang. “Jumlah peluang kerja untuk orang asing di Ishikawa semakin meningkat tiap tahunnya. Dalam satu atau dua tahun ke depan, jumlah pekerja dari Indonesia akan menjadi peringkat kedua terbanyak,” ucapnya.
Setelah pemaparan materi, diputarkan video wawancara bersama tenaga kerja Indonesia yang bekerja di Ishikawa. Peserta juga mendapat informasi tentang izin tinggal dan syarat kerja di Jepang, khususnya di Prefektur Ishikawa, untuk membantu mereka menyiapkan langkah jika berminat bekerja di sana.
Webinar ini sejalan dengan komitmen dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, dengan membuka peluang kerja yang aman dan inklusif bagi tenaga kerja Indonesia di luar negeri.
[Kantor Alumni, Foto: Sita]