KAGAMA mengadakan seminar bertajuk “University Roots, Career Wings: Leadership Skill for The Next Career Leap” pada Minggu (9/11), di Ruang Sekip, University Club. Seminar ini merupakan upaya dari KAGAMA bidang 10 atau Kesejahteraan Anggota dalam mengembangkan kemampuan kepemimpinan bagi mahasiswa atau alumni untuk menghadapi dunia kerja. Seminar ini mengundang alumni Fakultas Teknik, Iwan Hermawan selaku Executive Vice President PT Hutama Karya (Persero) dan alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, R.A Yashinta Sekarwangi selaku Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) D.I Yogyakarta. Seminar dihadiri oleh 40 peserta dalam 3 sesi, yang pertama pemaparan materi dari Iwan Hermawan dan R.A Yashinta Sekarwangi, lalu dilanjutkan sesi Leaderless Group Discussion (LGD).
Acara dibuka dengan sambutan dari Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian Kepada Masyarakat, dan Alumni, Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si. yang menyampaikan pentingnya kemampuan kepemimpinan dalam memasuki jenjang karier. Dalam kepemimpinan,
kemampuan komunikasi menjadi hal yang sangat penting untuk mempersuasi atau memberikan pendapat kepada orang lain dalam lingkungan kerja. “Dalam kepemimpinan itu perlu adanya kemampuan mempersuasi dan mengajak orang untuk sepaham dengan kita,” jelasnya.
Turut hadir Ketua Bidang Kesejahteraan Anggota PP KAGAMA, Ir. M. Erry Sugiharto, S.T., M.H., M.T., IPU, ASEAN Eng yang menyampaikan bahwa kemampuan kepemimpinan sangat relevan dengan kebutuhan kerja saat lulus. Ia menjelaskan, kemampuan kepemimpinan tersebut meliputi kecerdasan emosional dalam menghadapi seseorang dan kemampuan adaptasi dalam menghadapi perubahan.
Wakil Ketua Umum PP KAGAMA, Prof. Drs. Anwar Sanusi, MPA., Ph.D selaku keynote speaker dalam seminar ini menjelaskan bahwa jenjang karier kita ditentukan dari keputusan-keputusan yang diambil. Jenjang karier kita juga ditentukan dari seberapa jauh kita memanfaatkan berbagai media teknologi yang kita miliki. “Media yang kita gunakan dapat benar-benar mengembangkan diri kita dan kita harus bisa menentukan jenjang karier kita sendiri,” ujarnya.
Seminar dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Iwan Hermawan dengan fokus pada pembentukan personal branding. Ia menekankan kemampuan kepemimpinan dalam diri mestinya harus diiringi dengan rasa empati yang tinggi. Jika empati tidak dibangun sedari kita memasuki dunia kerja, kita cenderung menjadi orang yang kaku dan minim aka kepercayaan diri. Empati juga berperan dalam membangun personal branding dengan orang lain, perilaku yang kita perlihatkan kepada orang lain akan menjadi bahan penilaian orang lain ketika melihat kita.
Dalam paparan materinya, R.A Yashinta Sekarwangi juga berpendapat bahwa kemampuan kepemimpinan bukan sekedar bagaimana hubungan kita dengan orang lain, tetapi juga bagaimana kita mengelola perilaku dan emosi dalam kehidupan. Pondasi mendasar, seperti pengalaman organisasi, perkuliahan, dan interaksi sosial akan menentukan gaya kepemimpinan kita. “Kita memiliki ciri khas masing-masing
dalam memimpin yang dibentuk dari berbagai pengalaman kita,” pungkasnya.
Seminar dilanjutkan dengan sesi LGD dari 2 kelompok yang dibagi berdasarkan jumlah peserta selama 30 menit, lalu dilanjutkan dengan presentasi dari masing-masing kelompok. Kegiatan ini merupakan upaya membangun jiwa kepemimpinan bagi mahasiswa atau alumni dalam memasuki jenjang karier dan ikut berkontribusi mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 8 dan 4 yang berkaitan dengan pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi serta pendidikan bermutu.
[Kantor Alumni: Hansel, Foto: Nandik]