Dalam rangkaian kunjungan resmi ke Timor Leste pada 27–28 November 2025, Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., menerima penghargaan dari Pemerintah Timor Leste sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi UGM bagi pembangunan dan masyarakat Timor Leste. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Presiden José Manuel Ramos-Horta dalam upacara di Istana Presiden Nicolau Lobato, Dili, pada Kamis (27/11).
Acara dilanjutkan dengan Upacara Pelantikan Kepengurusan KAGAMA Timor Leste, Masa Bakti 2025/2029. Upacara pelantikan ini menjadi tonggak penting bagi alumni UGM di Timor Leste untuk bersatu dalam satu wadah kelembagaan, mendekatkan kembali ikatan almamater ke tanah air, dan membuka peluang kontribusi nyata bagi pembangunan sosial dan kemasyarakatan di Timor Leste.
Pelantikan dibuka dengan arahan dari Mariano Assanami Sabino, selaku Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Koordinator Bidang Sosial serta Menteri Pembangunan Pedesaan dan Perumahan Komunitas, yang menyambut baik berdirinya KAGAMA Timor Leste. Ia menyatakan kesiapan pemerintah untuk berdiskusi dengan alumni UGM mengenai program bersama yang dapat direalisasikan, terutama menyongsong generasi muda untuk menempuh pendidikan di UGM atau universitas lain. “Pelaksanaan program KKN di wilayah perbatasan perlu untuk didorong sebagai wujud rekonsiliasi, persaudaraan, dan pembangunan berbasis nilai kemanusiaan, bukan pendekatan militer,” ujarnya.
Sambutan juga diberikan oleh Ketua Terpilih KAGAMA Timor Leste, Dr. Drs. Manuel Florencio da Canossa Vong, BA., Dip.TAA, M.Si., yang menegaskan bahwa pembentukan organisasi ini didasari kesadaran kolektif akan pentingnya keberadaan alumni UGM yang terorganisir. Dengan adanya KAGAMA Timor Leste, diharapkan sinergi dan kerja sama bisa lebih efektif. “KAGAMA Timor Leste memiliki visi untuk menjadi kekuatan transformatif dan inspirasi kepemimpinan bagi Timor Leste yang berkelanjutan, serta misi menjadi kelompok intelektual yang membangun dan mitra strategis bagi pemerintah, sektor swasta, dan institusi lainnya,” tegas alumnus FISIPOL UGM ini.
Sementara itu, Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D, menyatakan kebanggaannya atas lahirnya KAGAMA di luar Indonesia yang menjadi sebuah milestone bagi perluasan misi KAGAMA. KAGAMA bukan sekadar asosiasi, melainkan keluarga besar yang menuntut saling menjaga dan peduli antar anggotanya. “UGM berharap KAGAMA Timor Leste tidak hanya menjadi komunitas alumni, tetapi juga mitra dalam menjalankan misi mencerdaskan bangsa, khususnya mendukung pembangunan sosial, pendidikan, dan pembangunan berkelanjutan di Timor Leste,” pungkasnya.
Pelantikan ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Timor Leste dan komunitas alumni, menunjukkan tekad bersama untuk memperkuat hubungan alumni–almamater–negara. Dengan semangat persaudaraan dan kolaborasi, KAGAMA Timor Leste diharapkan menjadi wadah strategis bagi alumni UGM untuk berkontribusi nyata dalam pembangunan sosial, pendidikan, dan kebudayaan di Timor Leste yang sejalan dengan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
[Kantor Alumni: Ni Luh, Foto: Kantor Alumni]