Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada Sabtu (13/12) di Balai Senat Universitas Gadjah Mada. Kegiatan ini dihadiri oleh 300 pengurus KAGAMA dari berbagai daerah dan komunitas, serta menjadi forum strategis bagi organisasi alumni untuk melakukan evaluasi kelembagaan sekaligus merumuskan arah kebijakan dan program kerja ke depan dengan menguatkan peran alumni dalam kepemimpinan, pengabdian, dan kontribusi kebangsaan.
Dalam forum tersebut, Sekretaris Dewan Pengawas KAGAMA yang diwakilkan oleh Prof. Dr. Didi Achjari M.Com., Ak. CA. menyampaikan bahwa Dewan Pengawas yang baru dibentuk memiliki mandat penting dalam memastikan akuntabilitas organisasi. Ia menyoroti dinamika komunitas alumni yang terus berkembang, di mana dari 108 komunitas yang terdaftar, sebanyak 78 di antaranya tercatat aktif. “Kondisi ini menjadi catatan penting bagi KAGAMA untuk melakukan penataan dan penguatan kelembagaan agar komunitas alumni dapat berjalan lebih efektif dan terkoordinasi,” ujarnya.
Ketua Umum Pengurus Pusat KAGAMA, Dr. (H.C.) Ir. H. Mochamad Basuki Hadimoeljono, M.Sc., Ph.D. menegaskan bahwa Rakernas menjadi momentum refleksi sekaligus perumusan langkah strategis organisasi. Ia menyoroti kuatnya jejaring alumni di daerah yang menjadi keunggulan KAGAMA, serta pentingnya mendorong lahirnya pemimpin-pemimpin muda daerah melalui berbagai forum kepemimpinan. Menurutnya, nilai-nilai KAGAMA seperti guyub, rukun, dan migunani harus terus menjadi pagar moral bagi alumni dalam menjalankan peran kepemimpinan di tengah masyarakat. “Almamater adalah pengingat etis kita. Jika berbuat tercela, yang tercoreng bukan hanya diri sendiri, tetapi juga almamater,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata KAGAMA dalam mendukung berbagai program strategis universitas. Ia menyoroti kuatnya kolaborasi UGM dan KAGAMA dalam dua tahun terakhir, mulai dari program beasiswa pendidikan, hilirisasi riset, pengabdian masyarakat, hingga penguatan sertifikasi profesi melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Rektor juga menegaskan bahwa KAGAMA memiliki peran penting sebagai mitra strategis UGM dalam mendorong transformasi budaya akademik menuju kultur riset yang berdampak luas bagi masyarakat.
Rakernas KAGAMA 2025 diharapkan dapat memperkuat konsolidasi organisasi, memperluas jejaring alumni, serta melahirkan program-program strategis yang responsif terhadap tantangan zaman. Kegiatan ini juga sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, SDG 11 mengenai pembangunan berkelanjutan, serta SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan melalui kolaborasi antara alumni, universitas, dan masyarakat luas.
[Kantor Alumni: Ni Luh, Foto: Ni Luh]