KAGAMA Lari Untuk Berbagi (KLUB) kembali mengadakan UGM Ultra 76K Charity Run 2025 (UUCR 76K) sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-76 UGM pada Sabtu sampai Minggu (13–14/12) di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM. Kegiatan lari amal yang diikuti oleh 287 peserta yang berasal dari KAGAMA dan sivitas akademika UGM ini mendapat dukungan penuh dari Universitas Gadjah Mada. Dengan mengangkat semangat kebersamaan, UUCR 76K kali ini turut mendukung mahasiswa kurang mampu melalui pemberian beasiswa.
Charity run sejauh 76 kilometer ini terbagi ke dalam beberapa kategori dan segmen lari, mulai dari 5 km, 10 km, 15 km, hingga ultra run 76 km. Turut hadir memeriahkan kegiatan ini Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., yang bersama sejumlah pimpinan universitas ikut berlari sebagai bentuk dukungan nyata terhadap gerakan lari amal tersebut. Partisipasi juga datang dari para tokoh alumni, di antaranya Ganjar Pranowo, Siti Atikoh Suprianti, serta Adita Irawati, yang turut membersamai para pelari ultra sepanjang lintasan sehingga menghadirkan semangat kebersamaan dan solidaritas dalam mendukung penggalangan dana beasiswa bagi mahasiswa UGM.
Sekretaris KLUB, Suhartono, S.T., M.M., menjelaskan bahwa UUCR 76K tidak hanya berorientasi pada olahraga, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi kemanusiaan melalui penggalangan dana beasiswa. Menurutnya, pengumpulan donasi dilakukan melalui kerja sama dengan platform Ayobantu yang difokuskan pada skema crowdfunding hingga 31 Desember 2025. Hingga pertengahan Desember, dana yang berhasil dihimpun telah mencapai Rp426 juta dan akan disalurkan dalam bentuk beasiswa bagi mahasiswa UGM yang membutuhkan. “Ini merupakan penyelenggaraan kelima sejak pertama kali dilaksanakan pada 2021. Meski persiapannya relatif singkat, hanya sekitar tiga minggu, semangat para pelari dan panitia sangat luar biasa,” ungkapnya.
Suhartono menambahkan bahwa penyelenggaraan UUCR 76K tahun ini masih melibatkan pelari internal dari KAGAMA dan sivitas akademika UGM. Ke depan, panitia berencana membuka partisipasi yang lebih luas, termasuk mengajak komunitas pelari ultra dari luar UGM untuk turut berkontribusi dalam penggalangan dana pendidikan. “Charity run di Indonesia semakin berkembang. Kami berharap tahun depan kegiatan ini bisa dilaksanakan dengan skala yang lebih besar dan dampak yang lebih luas,” ujarnya.
Melalui UGM Ultra 76K Charity Run 2025, UGM dan KAGAMA menegaskan komitmennya dalam mengintegrasikan olahraga, solidaritas sosial, dan kepedulian terhadap pendidikan. Kegiatan ini sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui dukungan beasiswa dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi alumni, sivitas akademika, dan mitra penggalangan dana.
[Kantor Alumni: Ni Luh, Foto: Nandik]