Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Purworejo untuk menyelenggarakan kegiatan Temu Alumni pada Sabtu (10/1) di Rumah Makan Pringsewu, Purworejo. Kegiatan yang diikuti oleh 65 peserta ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus forum strategis untuk memperkuat sinergi antara almamater, alumni, dan pemerintah daerah dalam mendorong kontribusi bersama bagi kemajuan UGM dan pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Ketua Pengcab KAGAMA Purworejo, Drs. Wasilin, M.Sc., Apt., menyampaikan bahwa kehadiran UGM merupakan kehormatan bagi KAGAMA Purworejo. Ia menegaskan bahwa sinergi antara UGM dan alumni menjadi momen strategis untuk saling berkontribusi sekaligus mengingatkan tanggung jawab alumni dalam menjaga marwah dan nama baik almamater. “Saya mengajak KAGAMA Purworejo untuk berkontribusi sesuai dengan perannya masing-masing sehingga dapat memberikan dampak positif untuk reputasi UGM sebagai almamater kita,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Pengurus Pusat KAGAMA, Arif Surachman, menyampaikan apresiasinya atas kesiapan dan antusiasme KAGAMA Purworejo dalam setiap kegiatan yang berkaitan dengan UGM. Ia menekankan bahwa alumni memiliki peran besar dalam mendukung kiprah lulusan UGM, baik di dunia kerja maupun dalam melanjutkan pendidikan. “Bagi KAGAMA, kontribusi untuk UGM adalah bagian dari komitmen yang tidak pernah bersifat pamrih,” tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni UGM, Prof. Dr.rer.nat. apt. Nanang Fakhrudin, M.Si., mengapresiasi terselenggaranya temu alumni tersebut. Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas UGM tidak terlepas dari kontribusi alumninya. “KAGAMA itu sangat kompak dan kontribusi alumni menjadi salah satu indikator penting dalam peningkatan kualitas UGM sehingga sinergi ini perlu terus digiatkan,” ungkapnya.
Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Purworejo, dr. Tolkha Amanuddin, Sp.THT., M.Kes., menegaskan bahwa hubungan UGM dan KAGAMA merupakan ikatan kebatinan yang kuat dan saling melengkapi. Ia menyampaikan bahwa keberadaan alumni UGM di berbagai daerah, termasuk Purworejo, turut memberikan dampak dalam pembangunan daerah serta memperkuat peran UGM sebagai perguruan tinggi nasional. “Sinergi UGM dan KAGAMA merupakan fondasi kebersamaan yang penting untuk mendukung pembangunan daerah dan kemajuan bersama,” tegasnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi Focus Group Discussion (FGD) yang menghadirkan Drs. Wasilin, M.Sc., Apt., dr. Tolkha Amanuddin, Sp.THT., M.Kes., Arif Surachman, Prof. Dr.rer.nat. apt. Nanang Fakhrudin, M.Si., Prof. Dr. Indra Wijaya Kusuma, M.B.A., serta Prof. Syaiful Ali, MIS., Ph.D., Ak., CA. Diskusi difokuskan pada penguatan kontribusi alumni dalam mendukung pengembangan UGM, termasuk upaya universitas dalam mendorong komersialisasi produk riset agar lebih terjangkau dan berdampak luas bagi masyarakat, seperti pengembangan Gamacha untuk mempercepat pertumbuhan tulang serta alat deteksi COVID-19. Selain itu, dibahas pula kebijakan subsidi silang melalui program pascasarjana (S2 dan S3) untuk menopang keberlanjutan dan keterjangkauan biaya pendidikan di jenjang sarjana (S1) sebagai wujud komitmen UGM dalam menjaga akses pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Temu alumni ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat keterlibatan alumni UGM di Purworejo sekaligus mendorong kontribusi nyata bagi masyarakat dan daerah. Kegiatan ini juga sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, SDG 8 mengenai pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan melalui kolaborasi antara universitas, alumni, dan pemerintah daerah.
[Kantor Alumni: Ni Luh, Foto: Lusi]
1