UGM bekerja sama dengan KAGAMA Kalimantan Barat menyelenggarakan kegiatan temu alumni pada Sabtu (31/1) bertempat di Cendana Sky Ballroom, Mercure Pontianak City Center. Kegiatan ini dihadiri oleh 53 peserta serta sejumlah perwakilan UGM dan KAGAMA, di antaranya dr. Harisson, M.Kes., selaku Ketua Umum Pengurus Daerah KAGAMA Kalimantan Barat; drg. Moch. Agus Ramli selaku Koordinator Satuan Tugas PP KAGAMA; serta Dr.Eng. Ir. Ahmad Sarwadi, M.Eng., IPM., selaku Direktur Aset Universitas Gadjah Mada.
Dalam sambutan pembuka, dr. Harisson, M.Kes., menyampaikan bahwa kondisi geografis dan cuaca di Kalimantan Barat menjadi tantangan tersendiri dalam penyediaan akses pelayanan, termasuk di bidang pendidikan. Cuaca ekstrem yang kerap terjadi, seperti banjir dan kabut asap akibat kebakaran lahan, turut berdampak pada keberlanjutan proses pendidikan di sejumlah wilayah. Ia juga menyoroti tantangan dalam peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), khususnya rendahnya akses pendidikan di daerah terpencil yang berimplikasi pada angka putus sekolah. “Data dari BPS menunjukkan masih terdapat siswa yang tidak melanjutkan sekolah, padahal mereka telah memiliki Nomor Induk Siswa Nasional dan tercatat secara administratif,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, drg. Moch. Agus Ramli menegaskan pentingnya sinergi antara UGM dan KAGAMA dalam menghadapi berbagai tantangan nasional, termasuk penanggulangan bencana di berbagai daerah. Ia menjelaskan bahwa alumni memiliki peran strategis untuk terlibat aktif dalam upaya kemanusiaan sekaligus berkontribusi dalam meningkatkan reputasi UGM melalui berbagai kegiatan kolaboratif. “KAGAMA di Kalimantan Barat diharapkan mampu bersinergi secara optimal dengan Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Kota,” jelasnya.
Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Dr.Eng. Ir. Ahmad Sarwadi, M.Eng., IPM., yang menekankan peran alumni dalam mendukung pembangunan UGM, baik dari sisi reputasi maupun pengembangan sarana dan prasarana kampus. Ia menyampaikan bahwa berbagai fasilitas yang dibangun UGM, termasuk Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK), dirancang untuk memenuhi kebutuhan publik, baik untuk kegiatan akademik maupun non-akademik. “GIK merupakan ruang yang memfasilitasi berbagai aktivitas UGM sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan pihak eksternal,” pungkasnya.
Kegiatan temu alumni ini dilanjutkan dengan sesi Focus Group Discussion (FGD) yang membahas kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan industri, serta fasilitas dan penunjang pengelolaan kampus. Melalui kegiatan ini, UGM bersama KAGAMA Kalimantan Barat turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas dan SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan, melalui penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, alumni, dan pemerintah daerah.
[Kantor Alumni: Hansel, Foto: Dewi]