Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama dengan Teach First Indonesia menyelenggarakan seminar karier bertajuk How to Design a Meaningful Career as a Young Professional pada Jumat (13/2) di Ruang Seminar Perpustakaan dan Arsip UGM Lantai 2. Kegiatan yang diikuti oleh 170 peserta secara luring dan daring ini dirancang untuk membantu mahasiswa dan lulusan muda membuat keputusan karier strategis di awal perjalanan profesional mereka, sekaligus menavigasi perubahan dan menginvestasikan pengembangan diri secara berkelanjutan.
Seminar ini menghadirkan Najeela Shihab, seorang inisiator Semua Murid Semua Guru Network sekaligus Board of Teach For Indonesia, bersama dengan Cara Riantoputra selaku CEO Teach For Indonesia sebagai narasumber utama. Diskusi berlangsung dinamis dengan dipandu oleh Farah Amalia, Associate Director J-PAL SEA sekaligus alumnus FEB UGM, yang mengarahkan pembahasan pada kegelisahan umum para lulusan tentang memilih pekerjaan pertama, menghadapi persimpangan pilihan, dan mencari arah karier yang terasa tepat sekaligus bermakna.
Dalam sesi pemaparan, Najeela Shihab menekankan pentingnya kesadaran akan privilege dalam menentukan arah karier, khususnya di sektor pendidikan. Ia menyampaikan bahwa kualitas pendidikan di Indonesia hingga kini belum sepenuhnya merata dan masih sangat dipengaruhi oleh latar belakang sosial serta akses informasi. “Sebagian besar anak yang masuk sekolah favorit datang dari mereka yang memiliki privilege. Sistem ini belum sepenuhnya adil, di sinilah kita perlu mengambil peran untuk menghadirkan perubahan,” ungkapnya.
Sementara itu, Cara Riantoputra menyoroti peran pendidikan sebagai fondasi utama dalam membentuk masa depan generasi muda. Ia menyampaikan bahwa tantangan pendidikan di Indonesia masih besar, mulai dari ketimpangan akses hingga rendahnya capaian literasi dan numerasi. Menurutnya, keterlibatan profesional muda di sektor pendidikan bukan hanya pilihan karier, melainkan kontribusi strategis untuk memperkuat fondasi bangsa. “Lebih dari jutaan anak masih belum bisa membaca dengan baik dan sebagian besar belum mencapai kemampuan matematika sesuai levelnya. Jika fondasinya belum kuat, masa depan sulit dibangun. Di sinilah pendidikan menjadi ruang kontribusi yang sangat nyata,” jelasnya.
Seminar ini diharapkan dapat memperkuat literasi karier mahasiswa UGM sekaligus mendorong lahirnya profesional muda yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki orientasi makna dan dampak sosial. Kegiatan ini sejalan dengan komitmen UGM dalam mendukung SDG 4 tentang pendidikan berkualitas serta SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan talenta muda yang berintegritas dan berdaya saing.
[Kantor Alumni: Ni Luh, Foto: Ira]