Universitas Gadjah Mada kembali menyelenggarakan kegiatan pembekalan calon wisudawan Program Sarjana dan Sarjana Terapan Periode II Tahun Akademik 2025/2026 pada Selasa (24/2) bertempat di Grha Sabha Pramana Lantai 2. Kegiatan ini diikuti oleh 1.371 calon wisudawan dan dihadiri oleh Dr. Arie Sujito selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM, serta Drs. Wasilin, M.Sc., selaku Ketua Pengurus Cabang KAGAMA Purwokerto.
Dalam sambutan pembuka, Dr. Arie Sujito menegaskan bahwa UGM tidak hanya berfokus pada proses meluluskan mahasiswa, tetapi juga membangun jejaring dan kemitraan yang berkelanjutan. Melalui penguatan tersebut, alumni diharapkan dapat memperluas kontribusi praktis UGM di tengah masyarakat. Ia juga menyampaikan bahwa berbagai evaluasi dan pembenahan yang dilakukan UGM sejalan dengan capaian institusi dalam mencetak lulusan yang tangguh dan adaptif. “UGM menghasilkan sarjana yang dianggap tangguh dalam berbagai proses dan model pembelajaran,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Drs. Wasilin, M.Sc., menyampaikan bahwa jati diri lulusan UGM tercermin dari kemampuan berpikir kritis, bekerja keras,
serta keterbukaan dalam berdialog terhadap perbedaan. Nilai-nilai tersebut perlu terus dijaga dan dikembangkan dalam perjalanan karier, di tengah ketidakpastian dunia kerja. Ia juga menekankan pentingnya penerapan ilmu secara praktis di masyarakat serta menjunjung tinggi etika dan empati di lingkungan profesional. “Setelah menjadi alumni, saudara tidak hanya dituntut menjadi pribadi yang cerdas, tetapi juga beretika dan berempati di lingkungan kerja,” jelasnya.
Pembekalan kali ini menghadirkan Dr. Ageng Setiawan Herianto, Assistant FAO Representative–Programme in Indonesia, sebagai narasumber dan dipandu oleh Dr. Ngadisih, S.T.P., M.Sc., IPM., ASEAN Eng., Dosen Fakultas Teknologi Pertanian UGM. Dr. Ageng Herianto menekankan bahwa generasi muda perlu memiliki inovasi, pemahaman kebijakan, serta kemampuan membangun jejaring untuk dapat berkiprah di tingkat internasional. Selain itu, kecakapan berbahasa asing dan kemampuan komunikasi menjadi aspek penting agar kapasitas intelektual dapat diimplementasikan secara optimal. “Sehebat apa pun kemampuan yang dimiliki, tanpa komunikasi yang baik, potensi tersebut tidak akan tersampaikan secara maksimal,” pungkasnya.
Pelaksanaan pembekalan calon wisudawan ini sejalan dengan komitmen UGM dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan. Melalui kegiatan ini, UGM terus memperkuat kapasitas lulusan dalam aspek komunikasi dan jejaring guna menghadapi tantangan dan peluang karier di masa depan.
[Kantor Alumni: Hansel, Foto: Irak]