Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Pengda KAGAMA Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyelenggarakan kegiatan temu alumni di Belitung pada Sabtu (7/2) di Ballroom Tanjung Tinggi BW Suite Hotel. Kegiatan yang dihadiri oleh lebih dari 100 peserta ini sekaligus menjadi momen Pelantikan Pengurus Daerah (Pengda) KAGAMA Provinsi Kepulauan Bangka Belitung periode 2025–2030.
Dalam sambutannya, Ketua Pengda KAGAMA Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fery Afriyanto, S.T., menekankan pentingnya peran alumni UGM dalam memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar. Ia menyoroti tantangan pembangunan ekonomi daerah yang saat ini tidak lagi dapat bergantung pada sektor pertambangan. Menurutnya, sektor pariwisata, pertanian, perikanan, dan kelautan perlu diperkuat sebagai tulang punggung baru perekonomian daerah. “Di sinilah peran alumni Gadjah Mada menjadi strategis untuk mendukung kebijakan pembangunan daerah dan menjadi jembatan antara pemerintah, KAGAMA, dan kampus UGM,” ujarnya.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Prof. Anwar Sanusi, Ph.D., yang menyampaikan apresiasi atas tingginya partisipasi alumni dalam kegiatan temu alumni ini. Ia juga mengucapkan selamat kepada jajaran Pengda KAGAMA yang baru dilantik dan menegaskan kembali nilai-nilai KAGAMA sebagai landasan pengabdian alumni di mana pun berada. Prof. Anwar menyoroti bahwa kondisi ekonomi Bangka Belitung yang sempat mengalami penurunan signifikan dan berdampak pada berbagai aspek kesejahteraan masyarakat. “Dalam situasi seperti ini, peran alumni UGM menjadi penting untuk membantu meningkatkan kapasitas masyarakat agar mampu mengelola potensi daerah secara berkelanjutan,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Aset, dan Sistem Informasi UGM, Arief Setiawan Budi Nugroho, S.T., M.Eng., Ph.D., menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah daerah atas dukungan dan fasilitasi kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa UGM, sebagai universitas dengan jumlah alumni terbesar di Indonesia, tidak dapat bergerak sendiri dalam menghadapi tantangan global dan era digital. “Sinergi antara UGM dan KAGAMA menjadi kunci. Alumni bukan sekadar bagian dari sejarah kampus, tetapi merupakan kekuatan strategis untuk mengisi kemerdekaan dan berkontribusi bagi bangsa,” ungkapnya.
Acara dilanjutkan dengan sesi diskusi yang menyoroti sinergi antara kebutuhan daerah dan dukungan universitas. KAGAMA menyampaikan sejumlah aspirasi, mulai dari terbatasnya akses masuk UGM bagi siswa wilayah kepulauan, pentingnya dukungan internasionalisasi bagi Universitas Bangka Belitung, hingga meningkatnya isu kesehatan mental remaja. Kegiatan ini terselenggara dengan baik berkat dukungan dan keterlibatan aktif Pengurus Cabang (Pengcab) KAGAMA Belitung. Melalui temu alumni, UGM dan KAGAMA Bangka Belitung turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas dan SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan melalui penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, alumni, dan pemerintah daerah.
[Kantor Alumni: Ni Luh, Foto: Dea]