Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar acara temu alumni UGM pada Kamis (6/2), di Banjarmasin. Acara bertujuan untuk meningkatkan sinergi antara UGM dan KAGAMA MBA FEB dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang terfokus pada pengembangan keilmuan di bidang ekonomika dan bisnis.
Erista Adi Setya biasa dikenal Erista merupakan alumnus Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UGM angkatan 1986. Semenjak SMA, ia tertarik dunia pertanian khususnya pada pengolahan hasil pertanian. Pada tahun 1986, ia menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Teknologi Pertanian UGM. Semasa kuliah, ia tertarik dan mendalam ilmu-ilmu berkaitan dengan produksi dan manajemen perusahaan hingga mendapatkan gelar sarjana pada tahun 1991.
Hujan deras yang melanda Kota Bandar Lampung pada Januari 2025 lalu menyebabkan banjir di 11 kecamatan, dengan sekitar 14.000 warga terdampak. Lima kecamatan yang paling parah mengalami banjir adalah Bumi Waras dengan 2.989 rumah terendam, Panjang dengan 2.880 rumah, Teluk Betung Selatan sebanyak 1.904 rumah, Teluk Betung Barat sebanyak 1.007 rumah, dan Teluk Betung Timur sebanyak 2.193 rumah.
Prof. Dr. Edward Omar Sharif Hiariej, S.H., M. Hum. biasa disapa Eddy merupakan alumnus Fakultas Hukum UGM Angkatan 1998 yang kini dipercaya menjabat sebagai Wakil Menteri Hukum periode 2024-2029. Eddy lahir di Ambon pada 10 April 1973. Sejak kecil Eddy dikenal sebagai anak yang cukup cerdas dan pernah menjadi perwakilan pelajar teladan dari Maluku dalam kompetisi nasional. Eddy tertarik dengan bidang hukum sejak duduk di bangku SMA dan mendapat dukungan penuh dari kedua orang tua Eddy.
Jejak Karier Bogat Agus Riyono, Alumnus FEB UGM yang Sukses Berkiprah di Dunia Pendidikan dan Bisnis
Bogat Agus Riyono biasa disapa Bogat merupakan alumnus Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM angkatan 1983. Bogat lahir di Purwokerto pada 13 Agustus 1965. Meskipun semasa kecil Bogat hidup serba kekurangan, keadaan ini tidak membuat ia menyerah. Orang tuanya berpesan bahwa keadaan tersebut harus menjadi sebuah pembelajaran. Untuk bisa mengubah nasibnya, Bogat harus berpendidikan tinggi.