Pengcab KAGAMA Banyuwangi bersama KAGAMA Komunitas Batik dan Wastra serta Tim KKN-PPM UGM mengadakan pelatihan membatik bagi anak-anak difabel tuna rungu dari SLB PGRI Cluring, di Desa Tampo, Banyuwangi (30/7). Desa Tampo dikenal sebagai sentra batik tulis dan telah ditetapkan sebagai Desa Wisata Batik sejak 2016. Dihadiri oleh perangkat desa dan komunitas KAGAMA, kegiatan ini mencerminkan komitmen nyata dalam mewujudkan lingkungan belajar yang inklusif dan memberdayakan.
SDG 10: Mengurangi Kesenjangan
Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si., beserta jajaran pimpinan UGM melakukan rangkaian kunjungan ke Papua pada Rabu (23/7). Kunjungan tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap pelaksanaan KKN-PPM UGM di Papua sekaligus menjadi ajang silaturahmi bersama KAGAMA Papua.
Seminar yang mengusung tema “Strategi dan Praktik Baik dalam Meningkatkan Kapasitas UMKM untuk Naik Kelas” telah sukses dilaksanakan secara hybrid pada Minggu (3/11). Acara ini menarik lebih dari 80 pelaku UMKM dari berbagai latar belakang, termasuk mahasiswa, UMKM binaan KAGAMA, UMKM binaan UGM, dan UMKM umum serta binaan Pertamina Foundation. Seminar ini juga merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Pra Munas XIV KAGAMA.
Center for Digital Society (CfDS) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Digital Society Week 2024 untuk memajukan masyarakat digital. Acara ini mempertemukan peneliti, mitra industri, dan pemangku kepentingan untuk membahas hubungan antara teknologi digital dan masyarakat di Indonesia, dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja sama, dan Alumni, Fina Itriyati, Ph.D.
Transformasi digital yang semakin pesat membawa banyak perubahan dalam berbagai aspek kehidupan. Namun, di tengah kemajuan teknologi ini, kita tidak boleh melupakan kelompok masyarakat yang rentan, salah satunya adalah penyandang disabilitas. Untuk memastikan transformasi digital yang inklusif, dibutuhkan sosok-sosok yang berdedikasi dan berjuang memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas. Salah satu di antaranya adalah Mukhanif Yasin Yusup.