Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama KAGAMA Sragen menggelar temu alumni pada Jumat (28/11) di Ballroom Wijaya, Front One Hotel, Sragen. Kegiatan yang dihadiri 84 peserta ini menjadi ruang pertemuan strategis untuk memperkuat sinergi antara UGM, KAGAMA, dan Pemerintah Kabupaten Sragen dalam mendorong kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Dr. Joko Mulyono, S.STP., M.Si. selaku Wakil Ketua III Bidang Hubungan Almamater dan Kerja Sama Antar Alumni Pengda KAGAMA Provinsi Jawa Tengah sekaligus Kepala Bidang SDM IPTEK dan Infrastruktur Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Jawa Tengah, menekankan bahwa keberadaan alumni harus dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Menurutnya, lulusan UGM tidak cukup hanya membawa nama besar almamater, tetapi harus menunjukkan dampak melalui pengabdian. “Pengabdian masyarakat adalah cara kita memberikan impact yang sesungguhnya, bukan sekadar klaim pribadi. Dari sana masyarakat akan mengakui kebermanfaatan kita,” tegasnya.
Prof. Dr. Supriyadi, M.Sc., Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Keuangan UGM, menegaskan bahwa KAGAMA memiliki peran strategis sebagai ujung tombak reputasi UGM. Kontribusi dan pencapaian alumni disebutnya menjadi modal penting bagi UGM untuk tetap relevan dan diakui di tingkat nasional hingga internasional. “KAGAMA adalah kekuatan utama UGM dalam membangun reputasi di masyarakat, baik di dalam negeri maupun di dunia internasional,” ujarnya.
Hal serupa juga disampaikan oleh Ketua KAGAMA Pengcab Sragen sekaligus Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman Pertanahan dan Tata Ruang Kabupaten Sragen, Aris Wahyudi, S.T., M.Si. Beliau menegaskan bahwa anggota KAGAMA Sragen harus selalu aktif dalam mengikuti berbagai kegiatan sosial guna berkontribusi sekecil apapun di dalam masyarakat. Dengan keaktifan tersebut, KAGAMA Sragen juga dapat secara langsung mendengarkan aspirasi masyarakat demi kemajuan KAGAMA Sragen. “Saya mengajak semuanya untuk bisa berkontribusi. Sekecil apapun kontribusi kalian sangat kami harapkan untuk perkembangan dan kemajuan KAGAMA Sragen,” jelasnya.
Di sisi lain, Ibu Linda Sudeni, S.H., Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sragen mewakili Bupati Sragen memaparkan sejumlah tantangan utama daerah, seperti tingginya angka kemiskinan dan stunting. Ia menilai bahwa kolaborasi lintas pihak, termasuk bersama UGM dan KAGAMA Sragen, sangat dibutuhkan untuk menghadapi persoalan tersebut. Ibu Linda menilai alumni UGM memiliki jiwa keberpihakan yang kuat untuk terlibat dalam penyelesaian masalah-masalah daerah. “Kita yang pernah mengenyam pendidikan di UGM pasti punya dorongan kuat untuk kembali memberi manfaat. Ada keinginan untuk membagikan apa yang kita miliki kepada masyarakat,” tuturnya.
Melalui temu alumni ini, UGM dan KAGAMA Sragen berharap dapat merumuskan strategi baru dalam memperkuat kontribusi sosial, memperluas jejaring, dan mendorong program bersama yang berdampak langsung bagi masyarakat Sragen. Momentum ini juga menjadi energi penting untuk memperkuat inovasi, pemberdayaan, serta langkah menuju universitas berkelas dunia yang tetap berpijak pada kebutuhan masyarakat.
Selain itu, kegiatan ini turut mendukung pencapaian sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 mengenai pendidikan berkualitas, SDG 8 terkait dengan pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan, melalui sinergi erat antara universitas, alumni, dan pemerintah daerah untuk membangun Sragen yang inklusif dan berkelanjutan.
[Kantor Alumni: Hansel, Foto: Saputro]