Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama KAGAMA Sukoharjo menyelenggarakan kegiatan temu alumni pada Sabtu (6/12) di Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan yang dihadiri oleh kurang lebih 80 alumni yang berdomisili di Sukoharjo, jajaran pengurus KAGAMA, perwakilan Pengda KAGAMA Jawa Tengah, pengurus pusat, serta pimpinan UGM ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat sinergi alumni dan kampus dalam mendorong kontribusi nyata bagi daerah.
Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua KAGAMA Sukoharjo, Prof. Dr. Sc. Agr. Ir. Rahayu, S., M.P., yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir. Beliau menegaskan bahwa semangat utama KAGAMA Sukoharjo berpegang pada motto “Guyub, Rukun, Migunani”. Menurutnya, alumni UGM senantiasa mampu menjaga kekompakan meski berada dalam berbagai dinamika, sekaligus memiliki kapasitas kepemimpinan yang diakui secara nasional. “Alumni UGM terbiasa adaptif. Kami di KAGAMA Sukoharjo siap membantu UGM, baik melalui ruang diskusi maupun kontribusi material. Kegiatan seperti ini semakin menguatkan guyub yang ada di antaralumni,” ungkapnya.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh dr. Arief Wahyu Soekarno, MPH., FisQua, AIFO-K. mewakili Pengurus Daerah KAGAMA Jawa Tengah. Ia menyoroti pentingnya perluasan jejaring antarwilayah untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas. Menurutnya, Sukoharjo memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui sinergi dengan kabupaten lain. “Semoga forum ini membawa manfaat nyata dan menguatkan posisi UGM agar semakin mendunia. Dari Sukoharjo banyak potensi yang bisa dikembangkan untuk keberkahan masyarakat,” ujarnya.
Dari Pengurus Pusat KAGAMA, Daryono, S.H., turut menekankan bahwa reputasi sebuah universitas tidak hanya ditentukan oleh kualitas pendidikan dan penelitiannya, tetapi juga dampak nyata alumninya di masyarakat. Ia menjelaskan bahwa kontribusi alumni merupakan salah satu elemen penting dalam memperkuat posisi UGM dalam ekosistem global. Beliau juga menyinggung Taman Bhineka UGM yang selaras dengan semangat kebhinekaan dan sinergi alumni.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Keuangan UGM, Prof. Dr. Supriyadi, M.Sc., memaparkan komitmen UGM dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswa. Beliau menjelaskan bahwa keberadaan fasilitas kerohanian berbagai agama, Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK), serta dukungan untuk mahasiswa terdampak bencana menunjukkan keseriusan UGM dalam mengutamakan kesejahteraan sivitas akademika. “UGM juga telah mengirim tim DERU, termasuk 15 tenaga kesehatan, untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak banjir di Sumatera,” terangnya.
Setelah rangkaian sambutan, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi yang membahas isu-isu strategis seperti birokrasi dan kompetensi alumni di pemerintahan, etika mahasiswa KKN, persoalan sosial di daerah, kepercayaan diri lulusan UGM, serta optimalisasi data mahasiswa untuk memperkuat sinergi institusi dan pemerintah daerah.
Melalui temu alumni ini, UGM dan KAGAMA Sukoharjo berharap dapat merumuskan langkah bersama dalam memperkuat kontribusi sosial, memperluas jejaring, serta meningkatkan pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi yang berkelanjutan. Kegiatan ini juga mendukung sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui sinergi erat antara universitas, alumni, dan pemerintah daerah.
[Kantor Alumni: Ni Luh, Foto: Kantor Alumni]