Dalam rangka memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat, UGM bersama PP KAGAMA menyelenggarakan dialog publik bertajuk “KAGAMA Regional Leader Forum” dengan tema “Inovasi, Kolaborasi, dan Kepemimpinan di Era Pengetatan Fiskal.” Acara yang digelar pada Jumat (12/12) di Balai Senat, Gedung Pusat UGM ini dihadiri oleh Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D.; Ketua Umum PP KAGAMA, Mochamad Basuki Hadimuljono; Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X; yang menyampaikan sambutan. Turut hadir tamu undangan, yaitu Menteri Koordinasi Perekonomian, Airlangga Hartanto, Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, lalu, Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, sebagai perwakilan dari pemerintah pusat dalam menyusun koordinasi strategis dengan level pemerintah lainnya. Acara tersebut diikuti sebanyak 150 peserta yang terdiri dari akademisi, mahasiswa, dan sivitas akademika lainnya di lingkungan UGM.
Acara dibuka oleh Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D. yang menegaskan pentingnya peran KAGAMA sebagai katalisator yang menghubungkan pengetahuan akademik dengan praktik kebijakan di lapangan. Ia menyampaikan bahwa sinergi antara kampus dan jejaring alumni akan memperkuat kemampuan mahasiswa serta sivitas akademika dalam memahami dinamika nyata yang terjadi di tingkat teknis. “Sinergi antara UGM dengan jejaring alumni dapat memupuk energi keterhubungan sehingga mahasiswa mampu melihat langsung praktik di lapangan,” ujarnya.
Mochamad Basuki Hadimuljono, dalam sambutannya turut menyoroti berbagai tantangan yang tengah dihadapi bangsa, mulai dari bencana alam hingga pengetatan fiskal yang membutuhkan kesiapsiagaan dan ketangguhan para pemimpin publik. Oleh karena itu, koordinasi antara UGM, KAGAMA, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat menjadi keharusan untuk merumuskan solusi kolaboratif. “Sinergi antarpihak harus dilakukan karena kita harus mengoordinasi bagaimana cara menyelesaikan masalah-masalah tersebut,” tegasnya.
Sri Sultan Hamengkubuwono X menyampaikan bahwa forum ini menjadi ruang strategis yang mempertemukan para intelektual dengan para pengambil kebijakan di lapangan. Menurutnya, peran KAGAMA dalam kepemimpinan strategis tercermin dari kontribusi para anggotanya di berbagai lembaga publik dan komunitas. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan tidak hanya ditentukan oleh kapasitas teknis, tetapi juga kedalaman moral dalam menentukan arah kebijakan. “Saya yakin KAGAMA memiliki modal sosial dan intelektual yang besar untuk menciptakan program yang berkelanjutan melalui kebijakan dan lainnya,” tuturnya.
Penyelenggaraan “KAGAMA Regional Leader Forum” ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat koordinasi antara UGM, KAGAMA, serta pemerintah pusat dan daerah untuk merespons berbagai persoalan nasional secara kolaboratif. Kegiatan ini turut berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 9 tentang industri, inovasi, dan infrastruktur, SDG 11 tentang kota dan komunitas berkelanjutan, serta SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan.
[Kantor Alumni: Hansel, Foto: Vanes]