UGM menyelenggarakan kegiatan pembekalan bagi Calon Wisudawan Program Pascasarjana (Magister, Doktor, Spesialis, dan Subspesialis) pada Selasa (20/01) bertempat di Grha Sabha Pramana Lantai 2. Kegiatan ini diikuti oleh 1.048 calon wisudawan dan difokuskan pada penguatan kualitas keahlian serta kesiapan karier agar lulusan tetap relevan di tengah dinamika dan perkembangan zaman.
Sambutan pembuka disampaikan oleh drg. Moch. Agus Ramli selaku Koordinator Departemen Penanggulangan Bencana Alam PP KAGAMA. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa prosesi wisuda bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal fase baru dalam mengembangkan karier dan pengabdian kepada masyarakat. Ia menyoroti peran KAGAMA sebagai wadah strategis bagi alumni untuk terhubung dalam jejaring yang luas dan kompeten, baik di tingkat nasional maupun internasional. Melalui jejaring tersebut, alumni diharapkan dapat berkontribusi secara aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan. “Dengan berpartisipasi dalam kegiatan KAGAMA, rekan-rekan tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi turut mengambil peran nyata dalam memberikan manfaat bagi sesama,” jelasnya.
Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si., selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni. Ia menyampaikan apresiasi kepada para wisudawan yang telah mempercayakan UGM sebagai ruang pengembangan keilmuan, jejaring, dan kompetensi profesional. Menurutnya, kepercayaan tersebut sejalan dengan upaya UGM untuk terus memperkuat posisinya sebagai pusat pembelajaran yang terbuka terhadap kolaborasi lintas sektor. UGM, lanjutnya, secara aktif membuka jejaring kerja sama dengan berbagai pihak, baik melalui KAGAMA maupun mitra eksternal, guna memperluas sinergi dan kebermanfaatan. Bentuk kolaborasi tersebut antara lain terwujud dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang melibatkan KAGAMA di berbagai provinsi serta kerja sama dalam penanganan bencana di wilayah Sumatra. “Kita juga turut memberikan bantuan bagi korban bencana di Sumatra melalui kerja sama dengan KAGAMA dari berbagai provinsi,” ujarnya.
Pembekalan ini menghadirkan Bayu Kusuma Dewanto, Direktur Keuangan PT Pertamina Hulu Energi sekaligus alumnus Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, sebagai narasumber utama yang dimoderatori oleh Sari Sitalaksmi, S.E., M.Mgt., Ph.D. Dalam paparannya, Bayu menekankan bahwa keahlian profesional yang dimiliki seseorang berpotensi menjadi kurang relevan apabila tidak diiringi dengan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan zaman. Ia mengilustrasikan bagaimana profesi pelukis pada abad pertengahan mengalami pergeseran peran setelah ditemukannya kamera, sebagai contoh nyata pentingnya adaptasi dan pembelajaran berkelanjutan. Selain itu, Bayu juga menyoroti tantangan nasional di sektor energi, khususnya terkait menurunnya produksi minyak. Kondisi tersebut menuntut hadirnya sumber daya manusia yang memiliki kompetensi unggul untuk merumuskan solusi pengelolaan energi yang lebih efisien dan berkelanjutan. “Kita sangat membutuhkan tenaga ahli yang mampu memecahkan persoalan ini, terutama dalam mengelola energi secara efisien agar distribusinya dapat merata dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.
Pelaksanaan kegiatan pembekalan ini sejalan dengan komitmen Universitas Gadjah Mada dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, SDG 8 mengenai pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta SDG 17 terkait kemitraan untuk mencapai tujuan. Melalui kegiatan ini, UGM berupaya membekali calon wisudawan dengan kesiapan kompetensi dan perspektif adaptif dalam menghadapi perubahan global dan dinamika dunia karier yang semakin kompleks.
[Kantor Alumni: Hansel, Foto: Ira]