Pengurus Pusat KAGAMA Bidang Pengabdian kepada Masyarakat dan Pelestarian Lingkungan Hidup (PKM-PLH) menyelenggarakan kegiatan silaturahmi dan halalbihalal pada Minggu (26/4) di Joglo Kapulogo. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan sekaligus memperkuat sinergi antara alumni dan almamater dalam menjawab berbagai tantangan sosial kemasyarakatan.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Pengurus Pusat KAGAMA, perwakilan Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat UGM, serta Kantor Alumni UGM. Dalam sambutan pembuka, Ketua Bidang PKM-PLH PP KAGAMA, Sulastama Raharja, menegaskan bahwa halalbihalal tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang konsolidasi untuk memperkuat komitmen pengabdian alumni kepada masyarakat. “Pertemuan ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan komitmen alumni untuk terus hadir dalam kerja-kerja pengabdian,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, disampaikan berbagai program strategis yang dijalankan KAGAMA, di antaranya sinergi pendampingan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UGM 2025, program pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi warga terdampak bencana di Aceh Tamiang, serta edukasi ketahanan publik yang mencakup kesehatan fisik, kesehatan mental, dan kesiapsiagaan bencana berbasis komunitas.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala Kantor Alumni UGM, drh. Retno Murwanti, M.P., Ph.D. yang mengapresiasi peran aktif KAGAMA dalam memperluas kontribusi alumni terhadap masyarakat. Ia menegaskan bahwa KAGAMA merupakan mitra strategis UGM dalam memperkuat dampak pengabdian. “KAGAMA menunjukkan bahwa alumni tidak hanya menjaga ikatan dengan almamater, tetapi juga berkontribusi nyata dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat UGM, Dr. Djarot Heru Santoso, M.Hum., menekankan pentingnya kolaborasi antara universitas dan alumni

agar program pengabdian dapat berjalan secara berkelanjutan dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Ia sekaligus menjelaskan bahwa mahasiswa KKN selama ini didampingi dari Fakultas Psikologi dan berharap KAGAMA membuat pelatihan untuk membantu fakultas ini dalam permasalahan kesehatan mental. “Mahasiswa KKN selama ini didampingi Fakultas Psikologi. Fakultas sendiri kesulitan karena butuh banyak tenaga. KAGAMA bisa membuat pelatihan atau ikut membantu hal ini,” jelasnya.
Kegiatan ini ditutup oleh Direktur Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat UGM, Dr. dr. Rustamaji, M.Kes., yang menyampaikan bahwa alumni memiliki peran penting sebagai mitra strategis dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam memastikan pengabdian kepada masyarakat dapat dirasakan secara langsung. “Bantuan-bantuan KAGAMA di bidang KKN sangat banyak, semoga kerja sama ini berkelanjutan, bersinambungan,” pungkasnya.
Selain itu, dalam forum ini turut dibahas rencana kolaborasi peringatan 20 tahun Gempa Yogyakarta 2006 sebagai momentum refleksi ketangguhan masyarakat serta penguatan edukasi mitigasi bencana. Melalui kegiatan ini, UGM dan KAGAMA kembali menegaskan komitmen bersama dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas dan SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan, melalui penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan jejaring alumni dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang berkelanjutan.
[Kantor Alumni: Hansel, Foto: KAGAMA]