Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kegiatan pembekalan calon wisudawan Sarjana dan Sarjana Terapan Periode III Tahun Akademik 2025/2026 pada Selasa (19/5) bertempat di Grha Sabha Pramana Lantai 2. Kegiatan ini diikuti oleh 1.762 calon wisudawan dan dihadiri oleh Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si., selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM; serta Prof. apt. Ika Puspita Sari, M.Si., Ph.D., selaku Koordinator Departemen Dukungan Kesehatan PP KAGAMA. Pembekalan kali ini menghadirkan Dr. (HC) Sultan Baktiar Najamudin selaku Ketua DPD RI sebagai narasumber yang dipandu oleh Widya Paramita, S.E., M.Sc., Ph.D., dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM.
Dalam sambutannya, Prof. apt. Ika Puspita Sari, M.Si., Ph.D., menyampaikan bahwa KAGAMA tidak hanya menjadi identitas alumni UGM, tetapi juga wadah jejaring yang menghubungkan
alumni di berbagai daerah maupun mancanegara. Menurutnya, jejaring tersebut menjadi peluang bagi wisudawan untuk memperluas relasi sekaligus berkontribusi bagi bangsa dan negara. Ia juga menekankan pentingnya menjaga nama baik almamater di tengah dinamika kehidupan bermasyarakat. “Sebagai alumni UGM, kita diharapkan terus memberikan manfaat bagi bangsa dan negara,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa pengalaman mahasiswa selama masa studi tidak hanya diperoleh di dalam ruang kelas, tetapi juga melalui interaksi dengan masyarakat, dosen, dan berbagai tokoh strategis. Ia menjelaskan bahwa kemampuan kepemimpinan dan pengalaman sosial menjadi bekal penting dalam menghadapi dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, alumni UGM diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan bangsa melalui kapasitas intelektual dan kepemimpinan yang dimiliki. “Alumni diharapkan menjadi subjek kemajuan bangsa yang mampu menghadirkan solusi dan kepemimpinan,” jelasnya.
Dr. (HC) Sultan Baktiar Najamudin dalam pemaparannya menekankan pentingnya kesiapan lulusan dalam menghadapi dunia profesional yang semakin kompetitif dan tanpa batas. Ia mendorong para wisudawan untuk memiliki wawasan global serta terus belajar dari berbagai pengalaman internasional. Selain kemampuan teknis, ia juga menegaskan bahwa integritas dan kapasitas intelektual menjadi faktor penting dalam membangun karier di masa depan. “Banyak pekerjaan membutuhkan kemampuan teknis, tetapi integritas dan intelektualitas juga menjadi hal yang sangat penting dalam perjalanan karier,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses pembelajaran, melainkan awal dari penerapan pengalaman dan teori yang telah dipelajari selama masa perkuliahan.
Menurutnya, dunia kampus memberikan fondasi pengetahuan, sedangkan dunia nyata menghadirkan berbagai tantangan praktis yang harus dihadapi dengan kesiapan dan kemampuan adaptasi. Selain membangun kapasitas akademik, pendidikan tinggi juga berperan dalam membentuk karakter kepemimpinan dan cara berpikir yang terbuka bagi para lulusan. Di tengah tantangan dan ketidakpastian yang ada, ia mengingatkan pentingnya memiliki arah dan rencana yang jelas dalam meniti perjalanan karier. “Jika kita kebingungan, itu normal dan tugas kita adalah menyiapkan roadmap tentang apa yang akan dilakukan ke depan,” pungkasnya.
Pelaksanaan pembekalan calon wisudawan ini sejalan dengan komitmen UGM dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas dan SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan. Melalui kegiatan ini, UGM terus memperkuat kapasitas lulusan agar menjadi pemimpin yang berintegritas serta mampu berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara.
[Kantor Alumni: Hansel, Foto: Ni Luh]