Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Aceh melaksanakan program KAGAMA Peduli Bencana dengan menyerahkan bantuan 26 unit hunian sementara (huntara) kepada warga Kampung Sekumur, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, pada Minggu (5/7). Program ini ditujukan bagi masyarakat yang terdampak banjir dan hujan ekstrem yang melanda wilayah tersebut pada November tahun lalu. Kegiatan dihadiri oleh Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D.; Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Fahmi, M.H.; Ketua Pengda KAGAMA Aceh, Muhammad Nasir Syamaun; serta Sekretaris Jenderal PP KAGAMA sekaligus Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria.
Dalam kunjungan ke lokasi huntara, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D. menjelaskan bahwa Kampung Sekumur dipilih sebagai lokasi prioritas setelah UGM dan KAGAMA Aceh melakukan pemetaan wilayah terdampak. Menurutnya, kawasan tersebut merupakan salah satu daerah dengan tingkat kerusakan paling parah sekaligus memiliki akses yang sulit dijangkau sehingga membutuhkan perhatian khusus. Ia menegaskan bahwa penetapan lokasi bantuan dilakukan berdasarkan hasil analisis bersama agar penyaluran bantuan dapat tepat sasaran. “Daerah ini terdampak paling parah sehingga memerlukan bantuan. Karena itu kami memfokuskan bantuan di sini. Ini merupakan keputusan bersama dengan KAGAMA Aceh setelah melakukan analisis wilayah yang perlu diprioritaskan,” ujarnya.
Nezar Patria menyampaikan apresiasi kepada KAGAMA Aceh yang dinilai memiliki peran besar dalam mengoordinasikan penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak bencana. Ia menjelaskan bahwa pembangunan huntara merupakan hasil gotong royong jejaring alumni UGM dari berbagai daerah melalui koordinasi PP KAGAMA. Selain membangun 26 unit huntara, KAGAMA bersama UGM juga menyalurkan bantuan untuk rehabilitasi sekolah serta penyediaan perlengkapan pendidikan di sejumlah wilayah di Aceh Tamiang dan Aceh Timur. “Selain pembangunan huntara, kami juga melakukan perbaikan sekolah dan memberikan perlengkapan sekolah di beberapa titik di Aceh Tamiang dan Aceh Timur,” jelasnya.
Ketua Pengda KAGAMA Aceh, Muhammad Nasir Syamaun, menilai keterlibatan alumni UGM dalam penanggulangan bencana telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, keberhasilan program ini tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak yang bersama-sama memberikan dukungan bagi proses pemulihan pascabencana di Aceh. “KAGAMA telah banyak berperan dalam penanggulangan bencana. Kami berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi dalam mendukung pembangunan Aceh pascabencana,” tuturnya.
Sementara itu, Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Fahmi, M.H., mengajak masyarakat untuk menjaga dan memanfaatkan
fasilitas yang telah diberikan dengan sebaik-baiknya. Ia berharap bantuan huntara tersebut dapat menjadi awal bagi percepatan pemulihan kehidupan masyarakat sekaligus memperkuat semangat untuk bangkit setelah bencana. “Mari kita rawat dan manfaatkan fasilitas ini dengan sebaik-baiknya. Semoga momentum ini menjadi langkah untuk pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat,” pungkasnya.
Program KAGAMA Peduli Bencana menjadi wujud nyata sinergi antara UGM dan jejaring alumni dalam mendukung proses pemulihan masyarakat pascabencana. Kolaborasi tersebut menunjukkan UGM beserta jejaring alumni melalui PP KAGAMA dan KAGAMA Aceh kembali menegaskan komitmennya terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Khususnya, poin SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, alumni, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam kegiatan pengabdian yang berkelanjutan.
[Kantor Alumni: Hansel, Foto: KAGAMA Aceh]