Pengurus Pusat (PP) KAGAMA bersama KAGAMA Kabupaten Bantul melepasliarkan 150 tukik di Pantai Goa Cemara, Sanden, Kabupaten Bantul, pada Minggu (16/8) sore melalui kegiatan Rilis Tukik Merdeka. Mengusung tema “Belajar Mencintai Laut, Merdeka Menjaga Alam”, kegiatan ini digelar dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian ekosistem laut dan pesisir sejak usia dini.
Sekitar 100 anak berusia 5–15 tahun mengikuti kegiatan bersama orang tua dan wali. Selain melepasliarkan tukik, peserta mendapatkan edukasi mengenai kehidupan penyu, habitatnya, serta pentingnya menjaga kelestarian lingkungan pesisir. Turut hadir Ketua KAGAMA Bantul Ir. Pulung Haryadi, M.Sc.; Sekretaris Daerah Kabupaten Bantul Agus Budi Raharja; Direktur Direktorat Kajian dan Inovasi Akademik (DKIA) UGM Dr. Hatma Suryatmojo, S.Hut., M.Si.; Kepala Bappeda Kabupaten Bantul Ari Budi Nugroho, S.T., M.Sc.; Sulastama, S.T. dari PP KAGAMA; jajaran PP KAGAMA dan KAGAMA Bantul; serta Kelompok Pelestari Penyu Pantai Goa Cemara.
Ketua KAGAMA Bantul, Ir. Pulung Haryadi, M.Sc., menyampaikan bahwa pelepasan tukik menjadi simbol pentingnya menjaga lingkungan melalui langkah sederhana. Menurutnya, tukik yang dilepas ke laut merupakan gambaran harapan yang ditanam sejak saat ini untuk memberikan manfaat bagi keberlangsungan ekosistem pada masa mendatang.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bantul, Agus Budi Raharja, mengapresiasi keterlibatan anak-anak dan keluarga dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk kontribusi, termasuk menjaga kelestarian lingkungan. “Tukik-tukik ini kita harapkan merdeka di laut. Semoga edukasi hari ini menanamkan jiwa pelestarian pada anak-anak. Laut adalah anugerah yang diberikan kepada kita, dan sudah sepatutnya kita jaga kelestariannya,” ujarnya.
Direktur DKIA UGM, Dr. Hatma Suryatmojo, S.Hut., M.Si., menyoroti pentingnya Pantai Goa Cemara sebagai salah satu habitat penyu.
Menurutnya, dari tujuh jenis penyu yang terdapat di dunia, empat di antaranya pernah tercatat mendarat dan bertelur di kawasan tersebut. Ia menjelaskan bahwa penyu memiliki kemampuan memilih lokasi tertentu untuk bertelur sehingga keberadaan kawasan yang sesuai perlu dijaga bersama.
Hatma berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada pelepasan tukik, tetapi menjadi pengalaman edukatif yang dapat membangun kepedulian generasi muda terhadap lingkungan. Interaksi langsung dengan satwa dan ekosistem pesisir diharapkan dapat membentuk kesadaran bahwa pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. “Ketika Pantai Goa Cemara yang dipilih, maka adik-adik semua punya tanggung jawab untuk ikut menjaga ekosistemnya agar penyu-penyu itu terus kembali,” tuturnya.
Melalui Rilis Tukik Merdeka, KAGAMA berupaya menghadirkan edukasi lingkungan yang interaktif sekaligus memperkuat kolaborasi antara alumni UGM, pemerintah daerah, kelompok konservasi, dan masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan terhadap laut serta meningkatkan kesadaran generasi muda untuk turut menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.
Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui edukasi lingkungan bagi generasi muda, SDG 14 tentang Ekosistem Lautan melalui upaya pelestarian penyu dan ekosistem pesisir, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, alumni, pemerintah daerah, kelompok konservasi, dan masyarakat.