• Tentang UGM
  • Simaster
  • Perpustakaan
  • DTI UGM
  • ID
    • EN
    • ID
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Kantor Alumni
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
    • PROFIL KANTOR ALUMNI
    • STRUKTUR ORGANISASI
    • DIREKTORI STAF
  • PROGRAM ALUMNI
    • PEMBUATAN KARTU GAMA CO-BRAND
    • LEGALISASI IJAZAH & TRANSKRIP NILAI JARAK JAUH (ONLINE)
    • DONASI BEASISWA ALUMNI UGM
    • Tracer Study UGM
    • Pojok KAGAMA Komunitas
    • VERIFIKASI DATA ALUMNI OLEH MITRA PERUSAHAAN
  • PROGRAM KARIER
    • Tentang UGM Career
    • LOWONGAN KERJA
    • MAGANG
    • CAREER CLASS & ALUMNI SHARING
    • UGM Integrated Career Days
      • UGM INTEGRATED CAREER DAYS NOVEMBER 2025
      • UGM INTEGRATED CAREER DAYS 2025
      • UGM INTEGRATED CAREER DAYS NOVEMBER 2024
      • UGM INTEGRATED CAREER DAYS 2024
      • UGM Integrated Career Days November 2023
      • UGM Integrated Career Days Juni 2023
      • Gadjah Mada Career Festival (GMCF) 2022
      • UGM Integrated Career Days 2020
      • UGM ICD 2019
      • UGM ICD 2018
      • UGM ICD 2017
    • KONSELING KARIER
  • ALUMNI AWARDS
    • TENTANG UGM ALUMNI AWARDS 2026
    • PEMENANG ALUMNI AWARD
  • TETAP TERHUBUNG
    • KONTAK KAMI
    • FAKULTAS & SEKOLAH
    • MEDIA SOSIAL & HOTLINE SERVICE
    • KAGAMA
  • Beranda
  • Tips-id
  • Kamu kira Produktif Selalu Membawamu Ke Arah yang Lebih Baik? Coba Pikirkan Lagi!

Kamu kira Produktif Selalu Membawamu Ke Arah yang Lebih Baik? Coba Pikirkan Lagi!

  • Tips-id
  • 23 April 2026, 13.57
  • Oleh: Kantor Alumni
  • 0

Sudah lewat tengah malam waktu itu, Rara masih sibuk dengan buku dan pensil yang ia genggam sedari 4 jam lalu. Yang ia tulis cukup banyak, dari rencana jenjang karier sampai mock interview yang sudah berapa ratus kali ia baca di depan kaca. Memang, ambisinya terlalu kuat sampai tubuhnya berteriak kesakitan. Walaupun tubuhnya sudah lemas, ia tetap bertahan. Pikirannya menganggap bahwa “apa yang ia lakukan sekarang merupakan keharusan untuk sukses.”  

Kamu tahu gak sih, tadi itu termasuk toxic productivity, loh!

Produktivitas memang hal yang baik agar kita tetap mencapai hal yang bermakna secara efektif, tidak hanya sekadar menyibukkan diri. Terkadang, kita mengalaminya tanpa disadari. 

Simak ciri-cirinya.  

  • Merasa bersalah saat tidak melakukan apa-apa

Seperti saat lagi tiduran, kamu udah ngerasa jadi “pemalas”. Nyatanya, tidur menjadi salah satu hal penting agar tubuhmu dapat memperbaiki sel-sel yang rusak. 

  • Terobsesi untuk selalu sibuk 

Selalu cari kerjaan bahkan saat semua tugas sudah selesai agar kelihatan produktif dan tidak merasa bersalah pada diri sendiri karena tidak melakukan apa-apa

  • Harga diri pada produktivitas 

Merasa bernilai saat kamu menghasilkan sesuatu dan bekerja keras, hal ini sudah termasuk obsesi untuk terus bekerja agar kita tidak kehilangan kepercayaan diri, bukan untuk mencapai tujuan yang relevan dengan pekerjaan kita. 

  • Sulit bilang “tidak” 

Pada setiap kasus, seseorang tidak berani mengatakan “tidak” pada setiap permintaan yang datang, meski tubuh sudah lelah atau sedang banyak pekerjaan, agar tidak takut mengecewakan orang lain. 

  • Mengabaikan kebutuhan tubuh 

Selalu berpikir bahwa lelah merupakan salah satu pencapaian karena sudah bekerja keras dan tidak menghiraukan kesehatan dan kebutuhan dasar tubuh. Seperti saat sedang lapar atau mengantuk, tidak segera memenuhi kebutuhannya. 

  • Tidak pernah merasa cukup 

Hari ini sudah mengerjakan banyak hal, tetapi tidak pernah merasa cukup dan ingin terus bekerja tanpa tahu keadaan di sekitar. Hal ini membuat kita apatis dan memperburuk kondisi fisik maupun sosial kita nantinya. 

 

Cegah sebelum terlambat!

Dengan cara ini kami bisa menghindari dan menurunkan risiko mengalami toxic productivity. Coba mulai terapkan di aktivitas keseharianmu! 

  • Sejak awal kamu bisa beri batasan untuk dirimu sendiri, seperti waktu kerja ataupun waktu istirahat

Misal, dari awal bekerja, kamu tentukan dulu waktumu untuk bekerja 1 jam lalu untuk beristirahat 30 menit. Atau batasi waktu kerjamu sehari 4 jam, lalu sisanya untuk beristirahat dan mengeksplorasi hobi dan hal lain. Pembatasan ini tidak hanya memperjelas jam kerjamu, tetapi juga melatih diri untuk tetap efektif bekerja pada waktu yang sudah ditentukan.

  • Pilih 2-3 tugas paling utama per hari, tidak semua tugas kamu kerjakan dengan tertatih-tatih

Batasi dalam 1 hari kamu ingin menyelesaikan berapa tugas agar tidak melebih-lebihkan dan mulai mengontrol diri untuk tetap memperhatikan diri sendiri dan sekitar. Jangan sampai kita bekerja secara tidak efektif dan hanya memperhatikan kuantitas saja. 

  • Learn to say NO! Hal ini simpel tapi kadang susah kita lakukan, menolak tambahan tugas bukan kegagalah tapi bentuk menjaga diri

Belajar untuk bilang “tidak” pada setiap permintaan yang datang, dan jangan takut untuk mengatakan bahwa kita sudah mencapai target hari ini dan sudah sepantasnya untuk mendapatkan istirahat. 

  • Tetap jaga kebutuhan dasar kamu. Tidur itu enggak bikin kamu jadi pemalas

Tetap perhatikan tubuh saat bekerja. Jika sudah merasa kelelahan, ambil waktu sejenak untuk beristirahat atau sekadar melakukan peregangan. Jangan paksakan tubuh untuk terus ke mode bekerja. 

  • Refleksikan lagi tujuan kamu melakukan semua tugas ini

Pikirkan lagi tujuanmu melakukan tugas dan kerja, apakah untuk menambah skill atau agar mempunyai kondisi finansial yang baik. Jika hanya untuk mendapatkan kepercayaan diri, coba pikirkan lagi tujuanmu untuk produktivitas.

  • Sisakan waktu untuk melakukan hal tanpa tujuan, sekadar menikmati waktu buat otak “reset”

Sisakan waktu untuk melamun atau tidak melakukan apa pun. Hal ini penting untuk mereset otakmu. Tujuannya agar otakmu tidak kelelahan dan tetap fokus pada berbagai hal yang akan dikerjakan. 

Produktif gak cuma kamu sedang mengerjakan sesuatu, tapi bagaimana cara kamu mengerjakan sesuatu dengan efektif dan relevan dengan tujuan akhirmu nanti!

Mulai sekarang kamu bisa menentukan dulu target dan batasan kamu dalam bekerja dan beristirahat. Kalau kamu sedang mengalami atau pernah mengalami toxic productivity, bisa ceritakan pengalaman kamu di kolom komentar, ya! 

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Universitas Gadjah Mada

Kantor alumni
Universitas Gadjah Mada
Bulaksumur Blok D5, Yogyakarta 55281
alumni@ugm.ac.id
+62 (274) 552810
+62 8112 5824 34

© 2023 - Kantor Alumni Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY