Dalam menghadapi berbagai situasi, terkadang kita dibuat cemas oleh ketidakpastian yang akan datang. Entah ketidakpastian tersebut dipicu oleh perbandingan diri dengan orang lain maupun ketidakpercayaan akan kemampuan kita sendiri. Begitu pula dalam jenjang karier, terkadang kita merasa tidak yakin dengan jalan yang kita pilih. Di situasi ekonomi yang sedang tidak baik-baik saja ini, kita dituntut untuk serba bisa di tengah kompetisi yang semakin ketat. Tak heran jika situasi ini membuat kita bingung dan cemas.
Kierkegaard memandang bahwa kecemasan (anxiety) tersebut adalah bagian alami dari keberadaan manusia. Kecemasan muncul karena manusia memiliki kebebasan untuk memilih, sementara setiap pilihan selalu mengandung risiko dan ketidakpastian.
Eksistensialisme Kierkegaard dalam Dunia Kerja Saat Ini
- Kecemasan adalah konsekuensi kebebasan
Banyak pekerja memiliki kecemasan dalam memutuskan pilihan dalam perjalanan karier, tapi menurut Kierkegaard, kecemasan bukan tanda kelemahan, melainkan tanda bahwa seseorang sedang berhadapan dengan kebebasannya. Jangan merasa cemas saat dihadapkan dengan pilihan yang berpengaruh langsung terhadap jenjang karier kita, selama keputusan tersebut sejalan dengan nilai yang kita yakini. Jangan takut ambil keputusan di tengah kondisi yang tidak pasti.
- Jangan kehilangan diri dalam tuntutan sosial
Kierkegaard menekankan pentingnya menjadi individu yang autentik dan memahami alasan di balik setiap pilihan hidup. Jalani sebuah perjalanan karier berdasarkan prinsip dan keinginan pribadi kita. Tekuni sebuah bidang yang sangat kita inginkan dan dalami bidang tersebut. Jangan berhenti untuk belajar. Kierkegaard menekankan pentingnya menjadi individu yang autentik dan memahami alasan di balik setiap pilihan hidup.
- Keputusan selalu mengandung ketidakpastian
Pahami jika tidak ada pilihan karier yang sepenuhnya aman. Membangun usaha, melamar kerja, dan berpindah pekerjaan menuntut risiko yang sama. Karena itu, kita harus berani mengambil keputusan meskipun tidak memiliki kepastian. Dengan pemikiran seperti itu kita mampu memaksimalkan potensi penuh kita pada sebuah percobaan tanpa terhalang oleh keragu-raguan dan ketakutan untuk gagal.
- Makna lebih penting daripada kepastian
Di dunia kerja modern ini terkadang menjanjikan stabilitas yang sebenarnya sulit dipertahankan. Kierkegaard mengajarkan bahwa yang terpenting bukan mencari kepastian mutlak dalam perjalanan karier, melainkan makna dalam bekerja dan pilihan hidup yang dijalani. Kita pasti bertemu dengan ketidakstabilan dalam dunia karier. Hal yang bisa kita lakukan adalah mencari makna dan tetap yakin dengan apa yang kita tekuni selama ini.
Epilog
Bagi Kierkegaard, masalah utama manusia bukanlah ketidakpastian, melainkan ketidakberanian untuk memilih. Dalam dunia kerja yang terus berubah, eksistensialisme mengingatkan bahwa kecemasan tidak selalu harus dihindari. Sebaliknya, kecemasan dapat menjadi titik awal bagi seseorang untuk mengenali dirinya, menentukan pilihannya sendiri, dan menjalani hidup secara lebih autentik. Dengan kata lain, di tengah dunia kerja yang serba tidak pasti, tantangan terbesar bukan sekadar bertahan hidup, tetapi tetap menjadi diri sendiri.