Pernah nggak sih kamu ngerasa kalo gaji bulanan tiba-tiba habis padahal masih ada keinginan untuk mengembangkan skill baru? Di tengah kebutuhan yang makin banyak, penghasilan kita tetep perlu diatur, dan nyisihin waktu dan uang buat pengembangan diri emang gak mudah. Banyak tantangan dalam melakukan semua itu, tetapi bukan berarti kita harus berhenti berkembang. Di tengah kondisi keuangan yang perlu diatur kita tetep bisa mulai ngembangin diri dari hal-hal kecil yang sesuai sama kemampuan kita. Gimana cara kita manfaatin sumber daya yang ada dan menentukan skala prioritas secara realistis buat dukung pengembangan karier.
Sebelum membahas caranya, kita pahami dulu konsep survival mode dan growth mode
Definisi:
Growth mode adalah penggambaran pola pikir dan kebiasaan untuk terus mengembangkan potensi diri walaupun terdapat keterbatasan. Growth mindset dapat dilakukan dengan mengalokasikan waktu, tenaga, atau dana untuk meningkatkan skill.
Survival mode, yaitu kondisi di mana ketika sebagian sumber daya yang kita miliki perlu dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan dan menjaga kestabilan hidup. Ruang untuk pengembangan diri jadi terbatas, tetapi bukan berarti kita gak bisa berkembang. Kita tetap punya kesempatan belajar dari sumber yang tidak memerlukan tarif atau dengan harga yang terjangkau.
Langkah-langkahnya:
- Atur Keuangan
Pertama, pahami kondisi keuangan dan menyusun anggaran yang realistis, pastikan kebutuhan pokok dan kewajiban udah diperhitungkan, salah satunya dengan metode 50/30/20. Jadi 50% untuk kebutuhan pokok lalu 30% jadi keinginan pribadi, 20% untuk investasi atau tabungan. Kamu bisa atur dengan pendapatan, tanggungan, dan kebutuhan masing-masing. Jika kondisi memungkinkan coba sisihkan dana untuk pengembangan diri seperti, membeli buku, mendaftar kelas online atau seminar pengembangan karier. Di lain sisi, kamu juga tetap bisa manfaatin sumber belajar gratis, seperti kelas gratis, video Youtube, membaca di perpustakaan. Yang terpenting, buat anggaran yang sesuai dengan kemampuan dan jalankan secara konsisten. Pengembangan diri bisa jadi bagian dari perencanaan keuangan tanpa mengabaikan kebutuhan lain.
- Luangkan Waktu untuk Riset Minat yang Bisa Jadi Income di Masa Depan
Habis ngatur keuangan, kamu bisa mulai eksplorasi minat dan skill yang pengen kamu kembangkan. Coba kenali kebutuhan pasar dan keterampilan yang relevan, contohnya kamu bisa mengembangkan skill desain grafis. Dari mulai belajar dasar dari buku, ikut kelas online, atau sumber belajar gratis lainnya. Cari satu jenis karya yang dibutuhkan, lalu praktikkan skill dan buatlah sebuah karya untuk portofolio yang akan jadi bukti kompetensi. Dari skill yang dikembangkan bisa jadi potensi untuk mendukung pekerjaan saat ini atau membuka peluang karier baru yang nantinya jadi bekal untuk coba penghasilan tambahan.
- Bangun Personal Branding dari Sekarang
Setelah mengembangkan skill dan jadi karya, mulailah bangun personal branding melalui platform online misalnya, Linkedin, X, atau Instagram. Bukan cuma bagiin hasil kerja tapi juga bisa kenalin kompetensi dan pengalaman yang relevan. Selain itu, di platform online kamu juga bisa bangun jejaring profesional dengan berdiskusi dan berinteraksi dengan orang-orang yang berada pada bidang yang sama. Bertukar pengetahuan bisa bantu kamu memperluas akses terhadap informasi, peluang kerja, dan kolaborasi.
Untuk mulai ngembangin diri nggak harus nunggu sampai punya waktu, uang, atau kondisi sempurna. In this economy strategi dalam mengatur sumber daya emang yang terpenting, tetapi tiap orang punya kondisi dan prioritas yang beda-beda. Mulai dari langkah realistis, seperti mengatur keuangan, mengembangkan skill, sampai membangun jejaring profesional sudah menjadi langkah yang tepat. Bertumbuh bukan hanya tentang seberapa besar sumber daya yang dimiliki, melainkan bagaimana cara kita memanfaatkan sumber daya yang kita miliki untuk mengembangkan potensi dan peluang karier yang baru.