• Tentang UGM
  • Simaster
  • Perpustakaan
  • DTI UGM
  • ID
    • EN
    • ID
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Kantor Alumni
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
    • PROFIL KANTOR ALUMNI
    • STRUKTUR ORGANISASI
    • DIREKTORI STAF
  • PROGRAM ALUMNI
    • PEMBUATAN KARTU GAMA CO-BRAND
    • LEGALISASI IJAZAH & TRANSKRIP NILAI JARAK JAUH (ONLINE)
    • DONASI BEASISWA ALUMNI UGM
    • Tracer Study UGM
    • Pojok KAGAMA Komunitas
    • VERIFIKASI DATA ALUMNI OLEH MITRA PERUSAHAAN
  • PROGRAM KARIER
    • Tentang UGM Career
    • LOWONGAN KERJA
    • MAGANG
    • CAREER CLASS & ALUMNI SHARING
    • UGM Integrated Career Days
      • UGM INTEGRATED CAREER DAYS JUNI 2026
      • UGM INTEGRATED CAREER DAYS NOVEMBER 2025
      • UGM INTEGRATED CAREER DAYS 2025
      • UGM INTEGRATED CAREER DAYS NOVEMBER 2024
      • UGM INTEGRATED CAREER DAYS 2024
      • UGM Integrated Career Days November 2023
      • UGM Integrated Career Days Juni 2023
      • Gadjah Mada Career Festival (GMCF) 2022
      • UGM Integrated Career Days 2020
      • UGM ICD 2019
      • UGM ICD 2018
      • UGM ICD 2017
    • KONSELING KARIER
  • ALUMNI AWARDS
    • TENTANG UGM ALUMNI AWARDS 2026
    • PEMENANG ALUMNI AWARD
  • TETAP TERHUBUNG
    • KONTAK KAMI
    • FAKULTAS & SEKOLAH
    • MEDIA SOSIAL & HOTLINE SERVICE
    • KAGAMA
  • Beranda
  • Tips-id
  • Tumpukan Berkas Di Meja Bukan Berarti Soal Produktivitas

Tumpukan Berkas Di Meja Bukan Berarti Soal Produktivitas

  • Tips-id
  • 24 September 2026, 12.16
  • Oleh: Kantor Alumni
  • 0

Pernah gak sih, seharian rasanya udah ngerjain banyak banget tugas dan meeting sampai 6 kali, tapi kerjaan kok gak selesai-selesai? Masih banyak tugas yang harus direviu, dan koordinasi antar tim yang dibahas di rapat tadi rasanya sia-sia. Nah, kondisi ini sebenarnya ada istilahnya, loh! Biasa disebut dengan ‘performative work’ atau ‘ilusi pekerjaan’.

Dalam tips karier kali ini, kita akan melihat perbedaan antara kerja efektif dengan “performative work” dan bagaimana cara menghindarinya. Kita terkadang menyamakan aktivitas dengan kemajuan. Otak kita mudah mendapatkan rasa puas dari aktivitas kecil, seperti mencetang tugas, merapikan folder, dan lainnya. Namun, aktivitas itu hanya memberikan bukti visual bahwa kita sudah melakukan sesuatu. Meeting juga bisa menjadi bentuk “kesibukan produktif”, dalam kalender banyak agenda rapat, meeting, tetapi nihil akan outcome. Berikut merupakan beberapa tips agar kamu tidak terjebak dalam “performative work”.

  • Fokus Pada 3 Pekerjaan Paling Berdampak

Setiap hari, coba kamu buat top 3 pekerjaan yang harus diprioritaskan agar progress kerjaan kamu bisa lebih cepat dan efektif. Misalnya, hari ini kamu selesaikan yang pertama menyelesaikan draft proposal klien, kedua, menganalisis data laporan, menyelesaikan presentasi. Dari daftar tersebut kamu lebih gampang fokusin ke satu dua kerjaan, alih alih banyak tetapi tidak signifikan. 

  • Bedakan Mana yang Urgent dan Penting

Kadang kita terjebak di aktivitas kecil, seperti pesan masuk akan terasa urgent, permintaan client terasa urgent, sampai kadang kita lupa untuk menulis laporan strategis, membuat data koordinasi client, atau tugas lainnya. Kita bisa mulai berfokus pada pekerjaan yang tidak terasa urgent, seperti yang sudah disebutkan tadi dengan jadwal pekerjaan dan deadline yang kita atur sendiri. 

  • Buat “Deep Work Block” 

Coba buatlah metode “Deep Work Block”, misalnya kamu akan melakukan pekerjaan penting dari jam 08.00-10.00, selama jam tersebut tidak boleh ada distraksi. Kemudian, 10.00-10.30 kamu mulai bisa membalas email, pesan, dan lainnya, kemudian kembali ke pekerjaan penting. Penelitian mengungkap bahwa task switching dapat mengganggu performa dan perhatian. 

  • Gunakan Aturan Sederhana untuk Meeting

Sebelum meeting coba pastikan dulu agenda dan output yang diharapkan dari meeting tersebut. Pertimbangkan dengan cara menjawab beberapa pertanyaan, misal, apakah saya memang harus hadir?, apakah cukup membaca notulensi?, apakah meeting bisa selesai dalam waktu lebih sebentar? Harus jelas dari keputusan yang harus dibuat, yang mengerjakan, Sampai tenggat waktu selesai. 

  • Rekap Pekerjaan di Akhir Hari

Buatlah rekap apa saja yang sudah dikerjakan pada hari tersebut, dari pagi sampai akhir jam kerja. Kebiasaan itu bantu kamu monitoring progress kerja dan lebih mudah untuk evaluasi hasil kerja yang sudah selesai di hari tersebut. Kamu bisa buat daftar sederhana, misal pertama sudah mengerjakan hasil laporan client, kedua melanjutkan pembuatan brief konten sampai pada slide 3, dan seterusnya. Dari kebiasaan itu juga kamu bisa lebih mudah menentukan pekerjaan di esok hari.

Pekerjaan yang paling baik adalah pekerjaan yang selesai. Atur jadwal dengan pasti dan mulai konsisten dalam mengerjakan tugas setiap hari. Produktif bukan berarti melakukan banyak hal, tetapi melakukan hal yang tepat dan menghasilkan kemajuan nyata. 

Post Views: 3

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Universitas Gadjah Mada

Kantor alumni
Universitas Gadjah Mada
Bulaksumur Blok D5, Yogyakarta 55281
alumni@ugm.ac.id
career@ugm.ac.id
+62 (274) 552810
+62 8112 5824 34

© 2026 - Kantor Alumni Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY